Sosok Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru di Mata Keluarga
MELBOURNE, iNews.id - Keluarga pelaku penembakan jamaah Salat Jumat di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, mengomentari apa yang dilakukan Brenton Tarrant.
Keluarga syok begitu mengetahui bahwa penembakan brutal yang menewaskan 50 orang tersebut ternyata dilakukan pria 28 tahun itu.
Nenek Tarrant, Marrie Fitzgerald, serta pamannya, Terry, atas nama keluarga, menyampaikan penyesalan yang mendalam atas kejadian ini.
"Kami benar-benar meminta maaf kepada keluarga di sana, untuk korban meninggal dan yang mengalami luka. Saya tidak bisa memikirkan hal lain lagi," kata Terry, kepada stasiun televisi Australia Nine Channel.
Sementara itu Marrie menambahkan, dia sangat terkejut begitu pertama kali melihat berita di televisi pada Jumat lalu. Dia tak mengira Tarrant tega membantai orang.
Ini bertentangan dengan kebiasaannya saat masih sekolah. Saat SMA, cucunya menghabiskan banyak waktu bermain game komputer dan mempelajari segala hal tentang komputer.
Dalam dokumen yang diterbitkan online, Tarrant mengaku hanya mendapat sedikit pendidikan di SMA, bahkan nyaris tidak lulus.
Dia juga melewatkan pendidikan universitas untuk bekerja serta menggeluti bisnis mata uang digital.
Setelah itu dia menghabiskan waktu dengan berpergian, termasuk ke Eropa Barat, Turki, dan Bulgaria, antara 2016 dan 2018.
"Sejak dia bepergian ke luar negeri, saya pikir anak itu sepenuhnya berubah dari yang selama ini kami kenal," katanya.
Dia pulang ke Grafton setahun lalu untuk perayaan ulang tahun saudara perempuannya dan saat itu kondisinya masih normal.
Editor: Anton Suhartono