Spanyol Lockdown Seluruh Negeri dan Umumkan Darurat Nasional, Begini Situasinya

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 15 Maret 2020 - 12:13 WIB
Spanyol Lockdown Seluruh Negeri dan Umumkan Darurat Nasional, Begini Situasinya

Seorang lelaki mendorong troli kosong di Santiago de Compostela setelah pemerintah memerintahkan semua toko di wilayah itu ditutup. (FOTO: MIGUEL RIOPA / AFP)

MADRID, iNews.id - Spanyol mengisolasi 47 juta penduduknya setelah mengumumkan keadaan darurat nasional selama 15 hari guna memerangi epidemi virus korona. Spanyol menjadi negara kedua yang terkena dampak terburuk di Eropa oleh penyakit ini, setelah Italia.

Semua orang Spanyol harus tinggal di rumah kecuali untuk membeli makanan, obat-obatan, pergi bekerja atau ke rumah sakit, atau untuk keadaan darurat.

Bar, restoran, dan toko yang menjual apa pun kecuali makanan dan bahan pokok lainnya harus ditutup. Semua kegiatan rekreasi dan olahraga juga ditutup, termasuk bioskop, teater, kolam renang atau lapangan sepak bola.

"Kami (pada akhirnya) akan kembali ke pekerjaan rutin kami dan kembali mengunjungi teman-teman dan orang-orang terkasih kami," ujar Perdana Menteri Pedro Sanchez, dalam pidato yang disiarkan nasional, seperti dilaporkan Reuters, Minggu (15/3/2020).

"Sampai saat itu tiba, jangan buang energi yang penting sekarang. Jangan sampai tersesat," katanya, seraya mendesak semua warga tinggal di rumah.

Tak lama setelah pengumuman, pemerintah menyatakan istri Sanchez, Begona Gomez, positif virus korona.

Saat ini ada 193 kematian Spanyol akibat virus korona dan sebanyak 6.250 kasus yang dkonfirmasi.

Sekolah ditutup di seluruh Spanyol dan paket langkah ekonomi pertama diumumkan pada Kamis.

Transportasi domestik akan dibatasi mulai Senin; operator penerbangan, kereta api, dan kapal diperintahkan memangkas layanan mereka. Bus kota dan metro masih akan berfungsi penuh dan penerbangan internasional tidak terpengaruh.

Pengusaha harus membiarkan staf bekerja jarak jauh, sebagian besar proses peradilan ditunda.

Sanchez mengatakan langkah-langkah itu akan berdampak besar pada warga dan bisnis, tetapi berjanji pemerintah akan bekerja menanggulanginya.

"Saya ingin memberi tahu para pekerja, wiraswasta, dan bisnis bahwa pemerintah Spanyol akan melakukan segala daya untuk meredam dampak krisis ini," katanya.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol akan mengendalikan semua pasukan polisi, termasuk yang lokal dan regional, di bawah kondisi darurat 15 hari. Angkatan bersenjata akan siaga membantu jika diperlukan.

Pada Jumat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Eropa menjadi pusat pandemi korona.

Di seluruh Madrid, orang keluar di balkon mereka pukul 21.00 untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada petugas kesehatan dengan bertepuk tangan. Di jalan-jalan yang sebagian besar sepi di bawah, reaksi terhadap tindakan darurat beragam.

"Ini akan sulit," kata profesor universitas Leopoldo Agraz, soal kurungan di rumah.

"Siapa pun yang harus bekerja di rumah seperti kolega yang saya miliki di universitas, dengan lima anak mereka, akan mengalami kesulitan."

Tetapi yang lain, seperti siswa bernama Carlos Losa, mengatakan: "Yang benar adalah hal ini diperlukan. Ini perlu karena saya percaya penyebaran virus korona harus dihentikan."

Editor : Nathania Riris Michico