Studi Sebut Penyintas Covid Punya Kekebalan Setidaknya 5 Bulan, tapi....

Djairan ยท Kamis, 14 Januari 2021 - 16:11:00 WIB
Studi Sebut Penyintas Covid Punya Kekebalan Setidaknya 5 Bulan, tapi....
Para penyintas Covid-19 bergembira setelah dinyatakan negatif mengidap virus itu (ilustrasi). (Foto: SINDO)

LONDON, iNews.id – Hasil studi terhadap petugas kesehatan di Inggris menunjukkan, orang yang pernah mengidap Covid atau berstatus penyintas sangat mungkin memiliki kekebalan setidaknya selama lima bulan.

Temuan awal oleh para ilmuwan di Public Health England (PHE) itu mengungkapkan, infeksi ulang terhadap orang yang memiliki antibodi Covid-19 sangat jarang terjadi. Menurut hasil studi tersebut, hanya 44 kasus ditemukan di antara 6.614 orang yang sebelumnya telah terinfeksi virus corona.

Kesimpulan awal dari hasil temuan riset itu dipublikasikan pada Kamis (14/1/2021). Para ahli pun memperingatkan, orang-orang yang pernah tertular Covid-19 pada gelombang pertama wabah itu atau pada bulan-bulan awal 2020, sekarang ini mungkin saja rentan untuk tertular lagi. Pasalnya, mereka telah melewati masa kekebalan lima bulan yang dimaksud.

Para ahli juga memperingatkan, orang-orang dengan “kekebalan alami” atau yang diperoleh melalui infeksi itu sendiri, mungkin masih dapat membawa Covid-19 di hidung dan tenggorokan mereka. Bahkan, para penyintas Covid-19 itu juga dapat menularkannya tanpa disadari.

“Kami sekarang tahu bahwa kebanyakan dari mereka yang pernah terkena virus, dan mengembangkan antibodi, terlindung dari infeksi ulang, tetapi ini tidak mutlak. Dan kami belum tahu berapa lama perlindungan itu bertahan,” kata Susan Hopkins, penasihat medis senior di PHE dan wakil ketua penelitian tersebut, dikutip Reuters, Kamis (14/1/2021),

“Ini berarti bahkan jika Anda yakin Anda sudah mengidap Covid-19 dan sudah bisa terlindungi, lalu Anda yakin bahwa sangat kecil untuk mengembangkan infeksi parah, tetapi masih ada risiko dapat terinfeksi dan menularkannya ke orang lain,” kata dia.

Pernyataan dalam studi tersebut mengatakan, temuan itu tidak membahas antibodi atau reaksi kekebalan terhadap vaksin corona yang sekarang sedang diluncurkan, atau tentang seberapa efektif vaksin itu. Reaksi terhadap vaksin akan diteliti dalam studi yang berbeda.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2