Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ombudsman Temukan Fasilitas Standar Apartemen di Lapas Cibinong, Minta Imipas Bertindak
Advertisement . Scroll to see content

Suara Dentuman di Apartemen Sydney, Sebagian Penghuni Masih Mengungsi

Selasa, 25 Desember 2018 - 14:20:00 WIB
Suara Dentuman di Apartemen Sydney, Sebagian Penghuni Masih Mengungsi
Petugas berjaga di apartemen Opal Tower, Sydney, menyusul suara dentuman di lantai 10 (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Tim ahli masih memeriksa struktur gedung apartemenOpal Tower di Sydney Olympic Park, Australia, setelah terdengar suara dentuman di lantai 10 bangunan Senin (24/12/2018).

Ribuan penghuni apartemen dan warga sekitar dievakuasi untuk menghindari dampak buruk jika sewaktu-waktu gedung berlantai 38 (sebelumnya disebutkan 34) itu runtuh.

Kepolisian New South Wales (NSW), dalam pernyataan yang dikutip AFP, Selasa (25/12/2018), mengungkap, setelah diperiksa oleh tim ahli, dua per tiga dari unit apartemen Opal Tower dipastikan aman dan penghuninya diperbolehkan kembali, Selasa (25/12/2018) pagi. Namun ada 51 unit apartemen yang strukturnya tidak aman.

"Warga di unit-unit dikawal untuk mengumpulkan barang-barang mereka kembali lalu mengatur pemesanan akomodasi. Para ahli dan manager gedung masih di lokasi," kata polisi NSW.

Dari pemeriksaan diketahui ada pergerakan 1 sampai 2 milimeter sebagai dampak dari dentuman. Petugas juga mendapati adanya rekahan di lantai 10, asal sumber suara.

Meski demikian petugas pemadam kebakaran NSW yakin dengan kekuatan Opal Tower meskipun ada insiden ini.

"Tidak, tidak ada risiko bahwa bangunan akan runtuh. Ini hanya pada struktur lokalyang membahayakan," kata pejabat Badan Pemadam Kebakaran dan SAR NSW, Adam Dewberry, kepada ABC.

"Saat ini para manajer bekerja sama dengan para ahli lokal tengah menentukan apa yang akan dilakukan untuk membuat bangunan ini benar-benar aman sehingga apartemen bisa dihuni kembali."

Opal Tower memiliki 392 unit aparteman yang dibuka empat bulan lalu. Pengembangangnya adalah perusahaan swasta Ecove.

Suara dentuman terdengar sejak Senin pagi dan terus menerus hingga siang hari. Jumlah warga yang dievakuasi sejak pukul 14.45 mencapai 3.000 orang. Mereka ditampung di tenda-tenda yang didirikan tak jauh dari lokasi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut