Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MNC Peduli Salurkan Masker ke Petugas Damkar Tebet, Dukung Tugas Kemanusiaan
Advertisement . Scroll to see content

Taiwan Kerahkan Napi untuk Bikin Masker Virus Korona

Jumat, 13 Maret 2020 - 04:27:00 WIB
Taiwan Kerahkan Napi untuk Bikin Masker Virus Korona
Napi di Taiwan dikerahkan untuk membuat masker (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TAIPEI, iNews.id - Upaya mencegah penyebaran virus korona dilakukan di berbagai negara dengan cara masing-masing. Di Taiwan, para narapidana diperbantukan untuk memproduksi masker, di tengah tingginya permintaan.

Di balik pagar berduri Penjara Taipei, Kota Touyuan, para narapidana duduk di depan mesin jahit untuk membuat masker. Secara bergantian mereka bekerja 24 jam untuk memproduksi masker.

Tentu saja masker tak dibuat asal-asalan, melainkan sudah memenuhi standar medis. Mereka tergolong tenaga terampil dalam menjahit karena di hari normal biasa membuat seragam penjara.

Pekerjaan rutin mereka diganti dengan membuat masker setelah kasus virus korona menyebar ke Taiwan. Sejak pertengahan Februari mereka sudah membuat 52.000 masker wajah.

Seorang napi, Yuh (50), mengatakan, masker begitu sulit didapat dalam kondisi seperti ini. Keluarganya yang rutin menjenguk di lapas mengeluhkan hal itu. Bukan hanya langka, masker juga menjadi barang mahal.

"Ketika datang menemui saya, mereka mengatakan sangat sulit untuk membeli masker. Saya bilang, 'Ayah sedang membuat masker di sini dan mungkin kalian bisa menggunakannya'," kata Yuh, dikutip dari AFP, Kamis (12/3/2020).

Keluargalah yang memotivasi Yuh untuk rajin membuat masker secara sukarela.

Pria yang sudah menjalani hukuman 10 tahun dari total 23 tahun terkait kasus narkoba dan kepemilikan senjata api itu merasa bangga bisa berkontribusi kepada masyarakat, meski hanya membuat masker.

"Masker kecil ini tidak hanya memungkinkan kami berkontribusi kepada masyarakat, tapi juga soal harga diri," katanya.

Setelah menjahit kain yang dicampur bahan lain, mereka dengan hati-hati memotong pakai gunting kecil sebelum menyetrika dan mengemasnya.

Penjara di Taiwan secara rutin mempekerjakan napi untuk membuat produk, seperti makanan, pakaian, dan sabun.

Program-program ini dibuat untuk memberikan keterampilan praktis kepada mereka serta mengumpulkan dana untuk kompensasi korban kejahatan, selain meningkatkan fasilitas lapas.

Di Taiwan, masker dijual dengan harga sekitar 25 dolar Taiwan atau sekitar Rp12.000 per potong. Dari penjualan itu, para napi dibayar dengan upah terbilang kecil, namun cukup untuk sekadar besenang-senang di penjara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut