Tak Akan Ada Pejabat yang ke Rusia, meski Inggris ke Final Piala Dunia

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 06 Juli 2018 - 14:22 WIB
Tak Akan Ada Pejabat yang ke Rusia, meski Inggris ke Final Piala Dunia

Inggris memutuskan tak mengirim pejabat negara ke Piala Dunia yang digelar di Rusia, sekalipun tim Tiga Singa masuk final. (Foto: Getty Images)

LONDON, iNews.id - Inggris memutuskan tak mengirim pejabat negaranya ke Piala Dunia yang digelar di Rusia, sekalipun tim Tiga Singa masuk final.

Saat ini, timnas Inggris sudah lolos di fase grup dan babak 16 besar. Selanjutnya, Harry Kane dkk akan melawan Swedia di perempat final yang berlangsung pada Sabtu (7/7) malam waktu Rusia.

Keputusan ini merupakan imbas dari serangan zat kimia terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal dan anaknya, Yulia, pada Maret lalu. Inggris menuding Rusia berada di balik serangan ini karena zat kimia yang digunakan, Novichok, dikembangkan oleh Soviet.

Terlebih lagi, ada insiden terbaru di Amesbury, di mana dua warga, yakni seorang perempuan Dawn Sturgess (44) dan pria Charlie Rowley (45), ditemukan kritis di rumah setelah terpapar zat yang sama.

Pada Maret lalu, Perdana Menteri (PM)Theresa May mengumumkan para pejabat negara, termasuk keluarga kerajaan, tak akan hadir di Rusia untuk memberikan dukungan kepada timnas.

Kali ini Inggris menegaskan kembali sikapnya, dan menuntut jawaban dari Rusia.

"Piala Dunia bukan tentang politik dan pemimpin politik. Tim Inggris dijaga oleh banyak anggota masyarakat Rusia, dan para penggemarnya mendapat dukungan baik di Rusia," kata Menteri Keamanan Ben Wallace, saat ditanya pengaruh serangan di Amesbury terhadap pertandingan Piala Dunia.

"Hal itu tidak boleh mengurangi masalah yang kami yakini, yakni Rusia melakukan percobaan pembunuhan pada Maret," ujar Wallace.

Moskow menegaskan tidak terlibat dalam kasus Skripal dan menyebut Inggris berutang maaf.

Banyak negara Eropa mengirim pejabat atau anggota kerajaan untuk menonton Piala Dunia.

Raja Belgia Philippe membawa dua putra ke Rusia untuk menyaksikan negaranya bermain melawan Tunisia. Sementara itu Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan berangkat ke Rusia jika negaranya lolos ke semifinal pekan depan.


Editor : Nathania Riris Michico