Tak Takut Ancaman Trump soal Perang Iran, Ini Jawaban Pedas PM Spanyol Sanchez
MADRID, iNews.id - Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memutus kerja sama dagang tak membuat pemerintah Spanyol gentar. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez justru melontarkan respons tegas tak akan terlibat dalam hal buruk yang bisa menjerumuskan dunia.
Ketegangan mencuat setelah Spanyol menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya sebagai titik operasi dalam serangan terhadap Iran. Penolakan itu memicu kemarahan Trump yang mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Sanchez menegaskan negaranya tak akan terlibat dalam langkah yang dinilai berisiko memicu bencana global.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, dia menekankan Spanyol tidak akan terseret dalam konflik yang bertentangan dengan nilai dan kepentingan nasionalnya.
Diancam Trump karena Tolak Bantu Serang Iran, Spanyol: Kami Bukan Bawahan AS
“Kami tidak akan terlibat dalam sesuatu yang buruk bagi dunia atau hanya untuk menghindari pembalasan seseorang,” kata Sanchez, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera, dikutip Kamis (5/3/2026).
Sikap keras itu diperkuat oleh Wakil Perdana Menteri Maria Jesus Montero yang menegaskan Spanyol tak akan tunduk pada tekanan negara mana pun.
Trump Murka Spanyol Tak Izinkan Pangkalannya Digunakan untuk Serang Iran
“Kami tidak akan menjadi bawahan siapa pun. Kami tidak akan menoleransi ancaman apa pun dan akan mempertahankan prinsip-prinsip kami,” ujarnya.
Sebelumnya, Trump secara terbuka mengancam akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Dia bahkan menyebut opsi penghentian bisnis bisa dilakukan segera, meski tidak merinci langkah konkret yang akan diambil.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengklaim pemerintah memiliki dasar hukum untuk menjatuhkan embargo terhadap produk Spanyol, namun Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer tidak memberikan kepastian saat ditanya soal rencana tersebut.
Perselisihan ini juga dipicu kekecewaan Trump terhadap Madrid yang menolak menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB), berbeda dengan sejumlah negara Eropa lain.
Meski begitu, ancaman embargo terhadap satu negara anggota dinilai tak mudah dilakukan. Spanyol merupakan bagian dari Uni Eropa yang menerapkan sistem pasar tunggal dengan pergerakan bebas barang di antara 27 negara anggota. Kebijakan itu berpotensi menyulitkan upaya pembatasan perdagangan hanya terhadap Madrid.
Editor: Anton Suhartono