Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START
Advertisement . Scroll to see content

Tak Terima Dikritik Partai Republik, Presiden Lopez Obrador: Negaranya Lebih Aman daripada AS

Selasa, 14 Maret 2023 - 06:34:00 WIB
Tak Terima Dikritik Partai Republik, Presiden Lopez Obrador: Negaranya Lebih Aman daripada AS
Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador menegaskan, negaranya lebih aman daripada AS. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MEXICO CITY, iNews.id - Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador menegaskan, negaranya lebih aman daripada Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu sekaligus menolak kritik AS terhadap catatan keamanan Meksiko menyusul penculikan berdarah terhadap warga Amerika di dekat perbatasan dua negara. 

Lopez Obrador juga menolak peringatan keamanan resmi AS yang menggambarkan sebagian besar Meksiko sebagai tempat yang berisiko untuk dikunjungi.

"Meksiko lebih aman daripada AS. Tidak ada masalah bepergian dengan aman di sekitar Meksiko," kata presiden saat konferensi pers, Senin (13/3/2023).

Lopez obrador mengklaim, turis Amerika dan orang Meksiko yang tinggal di AS menyadari betapa amannya negara itu. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah orang Amerika yang tinggal di Meksiko baru-baru ini. Pada tahun lalu, terlihat lonjakan tajam turis AS yang datang ke Meksiko. 

Dia  juga mengancam akan mendesak warga Meksiko-Amerika untuk tidak memilih kandidat Partai Republik jika mereka terus mengkritik. Dia menyalahkan kampanye 'anti-Meksiko' oleh politisi konservatif AS untuk laporan negatif tentang keamanan.

Serangan 3 Maret terhadap empat orang Amerika di Kota Matamoros, Meksiko dan penculikan mereka berikutnya diliput secara masif oleh media AS. 

Pada saat otoritas Meksiko menemukan orang Amerika itu, dua dari mereka sudah mati. Lima orang yang diduga sebagai anggota kartel narkoba Meksiko telah ditangkap terkait penculikan tersebut.

Kejahatan itulah yang memicu tudingan dari politisi di AS, khususnya dari Partai Republik terkait keamanan di Meksiko.

Kedutaan Besar AS di Meksiko tidak menanggapi permintaan komentar tentang komentar presiden tersebut.

Menurut data yang diterbitkan oleh Bank Dunia, tingkat pembunuhan Meksiko sekitar empat kali lebih tinggi daripada di AS pada tahun 2020, yakni pada 28 per 100.000 orang. Angka pembunuhan turun sekitar 7 persen tahun lalu. 

Departemen Luar Negeri AS menetapkan berbagai tingkat risiko perjalanan ke semua kecuali dua dari 32 wilayah Meksiko.

Selain penculikan, polisi AS mengatakan dua wanita dari Texas dilaporkan hilang di Meksiko sejak akhir Februari ketika berkendara melintasi perbatasan untuk menjual pakaian di pasar loak.

Seorang juru bicara polisi di Penitas, dekat McAllen, mengatakan dua bersaudara perempuan Marina Perez Rios (48) dan Maritza Trinidad Perez Rios (47) serta seorang teman dari Meksiko, Dora Alicia Cervantes Saenz (53) belum ditemukan sejak 27 Februari. FBI juga telah turun tangan mengungkap kasus ini. 

Sementara itu, pihak berwenang di negara bagian Guanajuato, Meksiko tengah, yang dilanda kekerasan geng yang parah, mengatakan tujuh perempuan telah dilaporkan hilang di negara bagian itu selama seminggu terakhir.

Secara terpisah, serangan oleh orang-orang bersenjata di sebuah bar di Kota Apaseo El Grande, Guanajuato, pada Sabtu (11/3/2023) malam menewaskan 10 orang. Juru bicara kejaksaan negara mengatakan, dalam laporan pertama, ada delapan orang tewas. Tetapi dua orang yang terluka dalam penembakan itu dilaporkan telah meninggal.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut