KUALA LUMPUR, iNews.id - Kepolisian Malaysia masih mendalami laporan media Inggris soal penangkapan dua warganya oleh Taliban karena bergabung dengan ISIS-K, (Khorasan), kelompok afiliasi ISIS di Irak dan Suriah.
Keduanya ditangkap bersama empat warga Afghanistan usai baku tembak pada Kamis malam pekan lalu, demikian laporan surat kabar Inggris The Times, mengutip pernyataan pejabat keamanan Taliban Maulawi Saifullah Mohammed.
Prabowo dan PM Albanese Teken Perjanjian Terbesar RI-Australia sejak Era Soeharto
"Empat orang Afghanistan tapi tampaknya dua lainnya orang Malaysia. Mereka tidak sekuat yang mereka perkirakan. Kami baru saja mengalahkan tentara dari 36 negara anggota NATO sehingga kami tahu bisa menangkap dan membunuh ISIS di mana pun ditemukan," kata Maulawi.
The Times tidak menyebutkan identitas dua warga Malaysia tersebut.
Ancaman Bom ISIS, Misi Evakuasi Ribuan Warga Asing dari Afghanistan Semakin Berbahaya
Kepala Kepolisian Malaysia Acryl Sani Abdullah Sani mengatakan sejauh ini belum mendapat informasi resmi mengenai keterlibatan warganya dalam kelompok militan di Afghanistan.
"Kepolisian Kerajaan Malaysia telah meminta bantuan badan keamanan luar negeri untuk mengonfirmasi laporan serta tuduhan itu. Investigasi juga sedang dilakukan apakah laporan itu melibatkan warga Malaysia yang bergabung ISIS setelah berada di luar negeri," kata Acryl Sani, dikutip dari The Star.
Mantan Menteri Afghanistan Jadi Tukang Antar Pizza di Jerman
Puluhan warga Malaysia bergabung dengan ISIS meskipun beberapa diperbolehkan pulang dengan syarat ketat. Tidak diketahui pasti berapa banyak warga Malaysia anggota ISIS yang tersisa di luar negeri.
28 Anggota Taliban Tewas akibat Bom, Pejabat: Kami Kehilangan Lebih Banyak Orang daripada AS
Pertempuran antara Taliban dan ISIS-K semakin intensif setelah serangan bom bunuh diri di bandara Kabul. Ledakan menewaskan lebih dari 180 orang, termasuk 28 anggota Taliban dan 13 pasukan Amerika Serikat.
ISIS-K aktif di Asia Selatan dan Asiang Tengah untuk mendirikan kekhalifahan Islam di tempat yang dulu dikenal sebagai Khorasan,wilayah yang meliputi Iran, sebagian Afghanistan, dan sebagian Asia Tengah.
Editor: Anton Suhartono
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku