Tangani Pasien Virus Korona, 6 Pekerja Medis di China Meninggal dan 1.716 Terinfeksi

Anton Suhartono ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 14:25 WIB
Tangani Pasien Virus Korona, 6 Pekerja Medis di China Meninggal dan 1.716 Terinfeksi

Enam pekerja medis di China meninggal dan lebih dari 1.700 lainnya terinfeksi virus korona (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Komisi Kesehatan Nasional China mengungkap, enam pekerja medis, termasuk dokter, meninggal akibat virus korona sejak wabah ini terjadi pada akhir Desember 2019. Mereka terinfeksi dari pasien yang ditangani.

Pejabat Komisi Kesehatan Nasional China, Zeng Yixin, seperti dikutip dari AFP, Jumat (14/2/2020), mengatakan 1.716 pekerja medis lainnya dinyatakan positif terinfeksi, mayoritas perawat.

Dari jumlah itu, lanjut Zeng, sebanyak 1.102 bertugas di Kota Wuhan, kota pusat epidemi dan 400 lainnya terinfeksi di kota lain masih di Provinsi Hubei.

Salah seorang pekerja medis yang meninggal adalah dokter yang pertama kali memperingatkan ancaman virus ini pada akhir Desember yakni Li Wenliang. Dia meninggal pada 7 Februari 2020 setelah dinyatakan positif terinfeksi 6 hari sebelumnya.

Nama Li menjadi perhatian nasional setelah Pengadilan Tinggi China pada 28 Januari 2019 mengkritik kepolisian Wuhan yang memproses Li dan delapan orang lainnya karena menyebarkan rumor tentang virus mirip SARS.

Semua berawal pada 30 Desember, Li mengirim pesan melalui grup WeChat alumni sekolah kedokteran memperingatkan bahwa departemen oftalmologi Rumah Sakit Pusat Wuhan, tempatnya bekerja, mendapati tujuh pasien yang didiagnosis mengalami gejala seperti sindrom pernapasan akut SARS yang pernah menghantui China pada 2002-2003. Ketujuh orang itu mengaku baru berpergian ke pasar sea food di Wuhan.

Pesan itu pun bocor lalu Li dipanggil oleh rumah sakit untuk dimintai keterangan. Pada 3 Januari, dia dipanggil oleh kepolisian setempat karena diduga menyebarkan rumor melalui online dan mengganggu ketertiban sosial.

Beberapa hari setelah panggilan polisi, Li merawat seorang pasien yang awalnya didiagnosis mengalami glaukoma, namun kemudian mengalami demam. Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan dia positif terinfeksi virus.

Dia pun dinyatakan positif terinfeksi pada 1 Februari 2020 dan sejak itu kondisinya memburuk, meski masih beberapa kali mengunggah pesan di akun Weibo. Setelah 5 Februari, dia drop hingga 2 hari kemudian dinyatakan meninggal.


Editor : Anton Suhartono