Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Stok Elpiji Nasional Aman, Bahlil: Kita Ambil dari AS dan Australia
Advertisement . Scroll to see content

Tega, Perawat di Sydney Pukuli Lansia yang Dirawatnya Pakai Sepatu

Kamis, 06 September 2018 - 08:59:00 WIB
Tega, Perawat di Sydney Pukuli Lansia yang Dirawatnya Pakai Sepatu
Seorang perawat memukuli lansia yang dirawatnya di Sydney, Australia. (Foto: NSW Police Force)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Seorang perawat di Sydney, Australia, dituduh melakukan penganiayaan fisik di rumah perawatan lansia.

Perawat itu dituduh menarik paksa kaos yang dikenakan lansia berusia 82 tahun dan menggunakan sepatu untuk memukulinya.

Perawat 35 tahun itu dijerat dengan dua tuduhan penganiayaan dan penggunaan senjata dengan maksud melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan pelanggaran serius. Pihak kepolisian sudah mengeluarkan rekaman terkait kejadian yang menimpa lansia tersebut.

Perawat saat memukuli dan menarik kaos lansia 82 tahun di Sydney. (Foto: NSW Police Force)

Menurut polisi, perawat memasuki kamar lansia tersebut beberapa kali antara 26 sampai 29 Agustus.

Polisi juga menjelaskan, penganiayaan terhadap lansia bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penganiayaan fisik, psikologis, emosional, dan juga dalam soal keuangan.

"Mereka yang lemah ini memerlukan bantuan masyarakat untuk membantu menjadi suara mereka," kata polisi, seperti dilaporkan ABC News, Kamis (6/9/2018).

Pelaku saat ini dibebaskan dengan jaminan dan akan diadili di Pengadilan Lokal di Manly pada 11 September.

Di Australia, perawatan lansia menjadi industri besar dan yang berkembang pesat, di mana para lansia bisa memilih perawatan seperti apa yang dikehendaki, sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.

Karena mereka tak lagi tinggal dengan keluarga dekat namun dirawat oleh perawat, kasus penganiayaan sering bermunculan di Australia.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut