Tegas! Iran Sebut AS Bodoh jika Ikuti Keinginan Netanyahu Lanjutkan Perang
TEHERAN, iNews.id - Iran melontarkan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat (AS), menyebut langkah Washington akan menjadi “tindakan bodoh” jika mengikuti keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Teheran menilai, membiarkan Netanyahu menggagalkan diplomasi guna mengakhiri konflik sama saja dengan menghancurkan peluang perdamaian sekaligus merugikan ekonomi AS.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan, AS akan menanggung kerugian besar jika memilih mengikuti arah kebijakan Netanyahu. Dia bahkan mengingatkan, keputusan tersebut bisa berdampak pada kehancuran ekonomi AS.
“Jika AS ingin menghancurkan ekonominya dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya akan menjadi pilihan mereka. Kami kira itu tindakan bodoh, tapi kami siap untuk itu,” tulisnya, di media sosial X, dikutip Jumat (10/4/2026).
Keras! Menhan Pakistan Sebut Israel Terkutuk, Singgung Gaza dan Lebanon
Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Serangan tersebut menewaskan ratusan orang dan langsung memicu kekhawatiran runtuhnya upaya damai di kawasan.
Iran menegaskan, Lebanon sebenarnya telah dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata. Namun, keputusan Israel menyerang wilayah tersebut membuat prospek perdamaian antara AS dan Iran, yang tengah dirundingkan di Pakistan, menjadi terancam.
Iran: Israel Serang Lebanon agar Netanyahu Terhindar dari Sidang Kasus Korupsi