Tegas! Joe Biden Akan Setop Kirim Senjata jika Israel Serang Rafah
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Joe Biden blak-blakan memperingatkan Israel, Amerika Serikat (AS) akan menghentikan pasokan senjata jika pasukan Zionis melakukan serangan darat besar-besaran ke Rafah, Jalur Gaza. Ini merupakan peringatan tegas pertama AS sejak perang pada 7 Oktober.
“Saya tegaskan, jika mereka masuk Rafah, saya tidak akan memasok senjata yang pernah digunakan dalam sejarah untuk menangani Rafah, untuk menangani kota-kota -guna menangani masalah tersebut,” kata Biden, dalam wawancara dengan CNN, dikutip Kamis (9/5/2024).
Namun Biden mengatakan, AS akan terus memasok senjata pertahanan kepada Israel, termasuk sistem pertahanan Iron Dome.
“Kami akan terus memastikan Israel aman dalam hal Iron Dome serta kemampuan mereka merespons serangan yang terjadi di Timur Tengah baru-baru ini. Tapi itu salah... kami tidak akan memasok senjata dan peluru artileri,” ujarnya.
Perbatasan Rafah Dikuasai Israel, UNRWA Sebut Kebutuhan Hidup Tak Bisa Masuk Gaza
Biden juga mengakui senjata-senjata buatan AS telah digunakan oleh Israel untuk membunuh warga sipil di Gaza.
Seorang sumber pejabat senior AS sebelumnya mengatakan, pemerintahannya telah mengevaluasi pengiriman senjata yang mungkin digunakan Israel di Rafah. Sebagai hasilnya AS menghentikan pengiriman 1.800 bom seberat 907 kg dan 1.700 bom seberat 250 kg.
Brasil dan Venezuela Kutuk Serangan Darat Israel di Rafah
Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan, keputusan itu diambil atas keprihatinan terhadap Rafah. AS menentang invasi besar-besaran Israel tanpa perencanaan yang matang untuk melindungi warga sipil.
“Warga sipil terbunuh di Gaza sebagai akibat dari bom-bom tersebut dan cara-cara lain yang mereka lakukan untuk menyerang pusat-pusat permukiman,” kata Austin.
Mencekam! Israel Kuasai Pintu Perbatasan Rafah dengan Tank, Gaza Terisolasi
Editor: Anton Suhartono