Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pejalan Kaki di Jaksel Tewas Terlindas Bus Transjakarta
Advertisement . Scroll to see content

Tembaki Sekelompok Orang, Penjahat Ini Malah Tewas di Tangan Perempuan

Minggu, 29 Mei 2022 - 14:19:00 WIB
Tembaki Sekelompok Orang, Penjahat Ini Malah Tewas di Tangan Perempuan
Perempuan menembak mati seorang pria yang melakukan penembakan massal di AS. (Foto: )
Advertisement . Scroll to see content

CHARLESTON, iNews.id - Seorang perempuan menembak mati seorang pria yang melakukan penembakan massal di Amerika Serikat (AS). Perempuan itu tak lari dari tempat kejadian dan bekerja sama dengan polisi. 

Dennis Butler (37) tewas di tangan seorang perempuan yang memiliki senjata secara sah, Rabu (25/5/2022) malam. Dia ditembak mati setelah nekat menembaki sekelompok orang yang tengah menghadiri pesta kelulusan di Charleston, Virginia Barat. 

Dalam beraksi, diketahui Butler menggunakan senapan semi otomatis AR-15. Dia juga diketahui telah memiliki catatan kriminal yang panjang. 

Butler telah melewati daerah itu sebelumnya pada Rabu malam. Dia juga bahkan mendapatkan peringatan agar memperlambat laju kendaraan karena anak-anak sedang bermain.

Dia lantas kembali dengan membawa senapan jenis AR-15 dan melepaskan tembakan dari kendaraannya pada pesta ulang tahun kelulusan di luar kompleks apartemen di kota.

Juru bicara polisi, Tony Hazelett mengatakan, reaksi cepat perempuan itu menyelamatkan banyak nyawa. Dia bisa jadi telah mencegah penembakan massal.

"Butler ditemukan tewas di tempat kejadian dengan beberapa luka tembak," katanya.

Hazelett mengatakan pada konferensi pers bahwa perempuan yang menembak balik itu tidak memiliki latar belakang penegak hukum. Dia juga belum diidentifikasi.

"Dia hanya anggota komunitas yang membawa senjatanya secara sah. Dan alih-alih lari dari ancaman, dia malah melawan dan menyelamatkan beberapa nyawa," katanya. 

Wanita itu tetap di tempat kejadian setelah penembakan dan bekerja sama dengan penyelidik. Dia juga tidak akan dituntut. 

Hazelett mengatakan belum jelas bagaimana Butler memperoleh senjata itu.

Penembakan itu terjadi setelah seorang remaja pria bersenjata membunuh 21 orang di sebuah sekolah dasar Texas dengan senapan semi-otomatis AR-15 yang telah dibeli secara legal.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut