Temuan 9 Mayat di Apartemen Jepang, Pelaku Incar Orang yang Ingin Bunuh Diri
TOKYO - Takahiro Shiraishi mengakui membunuh sembilan korbannya dalam dua bulan terakhir. Tidak hanya dihabisi, pria berusia 27 tahun itu juga memutilasi korbannya lalu memasukkannya ke kotak pendingin.
Para korban disimpan di kotak pendingin di apartemennya di Zama, dekat Tokyo. Laporan lain menyebutkan ada potongan tubuh korban yang dibuang ke tempat sampah lalu ditutupi dengan kotoran kucing agar tidak terlacak. Polisi juga menemukan bagian kepala korban yang disimpan di kotak.
Kasus ini terungkap setelah polisi mencari seorang perempuan berusia 23 tahun yang dilaporkan oleh keluarganya hilang sejak bulan lalu.
Lantas, bagaimana bisa Shiraishi membunuh para korbannya? Seperti dikutip dari surat kabar Mainichi Shimbun, pelaku dan korban sudah berhubungan sebelumnya melalui akun Twitter.
Orang-orang yang dibunuhnya memang sudah berniat melakukan aksi bunuh diri sebelumnya. Saat berkomunikasi di Twitter itu Shiraishi menawarkan jasa untuk membantu para korban untuk bunuh diri.
Polisi melacak komunikasi di Twitter antara Shiraishi dan perempuan yang dilaporkan hilang itu. Di pesan pribadi, sang perempuan menulis, "Saya mencari seseirang yang mau mati bersama saya."
Para tetangga Shiraishi sebenarnya sudah curiga sejak awal dia menempati apartemen itu. Bau busuk kerap tercium dari dalam apartemennya.
Sementara itu polisi masih mendalami kasus ini. Meski pelaku sudah mengakui melakukan pembunuhan, namun petugas belum mendapatkan bukti konkretnya. Sejauh ini pelaku masih dikenakan pasal membuang mayat.
Ini merupakan kasus pembunuhan sadis kedua kali yang terjadi di Jepang sepanjang Oktober ini. Sebelumnya seorang pria 32 tahun ditangkap karena menikam anak perempuannya hingga tewas. Ia juga mengaku membakar rumah yang menyebabkan istri dan empat anaknya tewas.
Editor: Anton Suhartono