Tentara Bayaran Rusia Wagner Group Bantah Terlibat Konflik di Sudan
KHARTOUM, iNews.id - Perusahaan jasa militer asal Rusia Wagner Group membantah beroperasi di Sudan, apalagi terlibat konflik saat ini. Wagner merupakan salah satu penyedia jasa tentara bayaran asal Rusia terbesar yang juga terlibat dalam perang di Ukraina.
"Karena banyak pertanyaan dari berbagai media asing tentang Sudan, sebagian besar bersifat provokatif, kami menganggap perlu untuk memberi tahu semua orang, staf Wagner tidak berada di Sudan selama lebih dari 2 tahun," bunyi pernyataan perusahaan yang berbasis di St Petersburg, Rusia, itu melalui Telegram, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/4/2023).
Disebutkan, Wagner telah lama tidak berhubungan dengan penguasa militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah Al Burhan, serta kepala paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo.
Pasukan paramiliter RSF dan tentara Sudan terlibat dalam pertempuran sejak sepekan terakhir yang telah menewaskan lebih dari 270 orang, mayoritas warga sipil.
Ledakan Dekat Bandara Khartoum, Bentrokan Militer Terus Berlanjut di Sudan
Perusahaan yang didirikan Yevgeny Prigozhin itu juga tidak memiliki kepentingan keuangan di Sudan. Konflik yang terjadi saat ini murni urusan dalam negeri Sudan.
Para diplomat negara Barat di Khartoum sebelumnya mengatakan, Wagner pada Maret 2022 terlibat dalam penambangan emas di Sudan. Pemerintah Sudan telah membantah tuduhan itu.
Korban Tewas akibat Konflik Militer Sudan Capai 270 Jiwa, 2.600 Lainnya Luka-Luka
Perusahaan ini juga pernah disewa untuk melawan pemberontak di Mali dan Republik Afrika Tengah.
Editor: Anton Suhartono