Tentara India dan China Kembali Terlibat Insiden Perbatasan di Himalaya
NEW DELHI, iNews.id - Militer India menuduh China melakukan aksi provokasi di perbatasan Himalaya yang disengketakan, tak jauh dari lokasi tewasnya 20 tentara negaranya dalam bentrokan pada Juni lalu.
Kementerian Pertahanan India, seperti dikutip dari AFP, Senin (31/8/2020), menyatakan, insiden perbatasan terbaru terjadi di Ladakh sebelah timur, Sabtu (29/8/2020) malam, namun tidak menyebutkan apakah terjadi bentrokan seperti sebelumnya.
Disebutkan, pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China melakukan aksi militer yang provokatif untuk mengubah status quo di perbatasan.
Setelah insiden tersebut, militer dari kedua pihak mengadakan pembicaraan pada Senin, namun hasilnya belum diketahui.
Baru 4 Hari Pulang dari RS akibat Covid-19, Mendagri India Dirawat Lagi
PLA dituduh melanggar konsensus untuk meredakan ketegangan di perbatasan.
"Pasukan India mendahului aktivitas PLA di tepi selatan Danau Pangong Tso, melakukan langkah-langkah untuk memperkuat posisi kami dan menggagalkan niat China untuk mengubah fakta di lapangan secara sepihak. Pertemuan tingkat komandan brigade sedang berlangsung di Chushul untuk menyelesaikan masalah," demikian keterangan kementerian.
Nabi Muhammad Dihina, Ribuan Orang Bentrok dengan Polisi di India Tewaskan 2 Orang
Seperti diberitakan, tentara dari kedua belah terlibat bentrok fisik yang menyebabkan 20 pasukan India tewas. China juga mengonfirmasi adanya korban dari pihak mereka namun tak menyebutkan jumlahnya.
India dan China saling menyalahkan atas serangkaian ketegangan terbaru di perbatasan sejak 1962.
Militer kedua negara mengerahkan puluhan ribu tentara ke perbatasan sejak insiden Juni. Namun pembicaraan militer dan diplomatik untuk meredakan ketegangan tampaknya masih menemui jalan buntu.
Editor: Anton Suhartono