Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang
Advertisement . Scroll to see content

Tentara India dan China Kembali Terlibat Insiden Perbatasan di Himalaya

Senin, 31 Agustus 2020 - 14:17:00 WIB
Tentara India dan China Kembali Terlibat Insiden Perbatasan di Himalaya
Tentara India dan China kembali terlibat insiden di perbatasan Himalaya (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - Militer India menuduh China melakukan aksi provokasi di perbatasan Himalaya yang disengketakan, tak jauh dari lokasi tewasnya 20 tentara negaranya dalam bentrokan pada Juni lalu.

Kementerian Pertahanan India, seperti dikutip dari AFP, Senin (31/8/2020), menyatakan, insiden perbatasan terbaru terjadi di Ladakh sebelah timur, Sabtu (29/8/2020) malam, namun tidak menyebutkan apakah terjadi bentrokan seperti sebelumnya.

Disebutkan, pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China melakukan aksi militer yang provokatif untuk mengubah status quo di perbatasan.

Setelah insiden tersebut, militer dari kedua pihak mengadakan pembicaraan pada Senin, namun hasilnya belum diketahui.

PLA dituduh melanggar konsensus untuk meredakan ketegangan di perbatasan.

"Pasukan India mendahului aktivitas PLA di tepi selatan Danau Pangong Tso, melakukan langkah-langkah untuk memperkuat posisi kami dan menggagalkan niat China untuk mengubah fakta di lapangan secara sepihak. Pertemuan tingkat komandan brigade sedang berlangsung di Chushul untuk menyelesaikan masalah," demikian keterangan kementerian.

Seperti diberitakan, tentara dari kedua belah terlibat bentrok fisik yang menyebabkan 20 pasukan India tewas. China juga mengonfirmasi adanya korban dari pihak mereka namun tak menyebutkan jumlahnya.

India dan China saling menyalahkan atas serangkaian ketegangan terbaru di perbatasan sejak 1962.

Militer kedua negara mengerahkan puluhan ribu tentara ke perbatasan sejak insiden Juni. Namun pembicaraan militer dan diplomatik untuk meredakan ketegangan tampaknya masih menemui jalan buntu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut