Tentara Thailand Penembak Warga Masih Sembunyi di Mal, Korban Tewas 25 Orang

Anton Suhartono ยท Minggu, 09 Februari 2020 - 09:25 WIB
Tentara Thailand Penembak Warga Masih Sembunyi di Mal, Korban Tewas 25 Orang

Polisi menjaga mal Terminal 21 terkait penembakan oleh tentara Jakrapanth Thomma (Foto: AFP)

BANGKOK, iNews.id - Jakrapanth Thomma, tentara Thailand yang menembak mati 25 orang di Nakhon Ratchasima (Korat), hingga Minggu (9/2/2020) pagi masih bersembunyi di Terminal 21. Pelaku menghabiskan waktu menyiarkan langsung aksinya itu melalui Facebook, sebelum dihapus oleh perusahaan.

Aksi Jakrapanth bermula, Sabtu (8/2/2020), dengan menembak mati komandannya di rumah dan dua orang lainnya di kamp militer. Dia lalu membawa senjata di kamp tersebut dan membawa kendaraan tempur Humvee. Di perjalanan dia menembaki beberapa warga sipil.

Aksinya melanjutkan di Terminal 21 dengan menembaki banyak orang lain menggunakan senapan mesin M60.

Usai penyisiran di basement mal pada Sabtu malam, petugas menemukan empat jenazah lagi, menambah korban tewas menjadi 25, termasuk seorang polisi. Selain itu sekitar 30 orang dilaporkan mengalami luka.

Kementerian kesehatan Thailand mengungkap, sedikitnya 10 orang dalam kondisi kritis di rumah sakit, sehingga dikhawatirkam jumlah korban tewas bisa bertambah. Selain itu masih ada pengunjung yang terperangkap di mal.

Polisi sudah mengamankan basement serta beberapa lantai, namun belum berhasil menjangkau Jakrapanth karena mendapat perlawanan.

Berbagai upaya untuk membujuk agar pria berpangkat sersan mayor itu menyerahkan diri, gagal. Bahkan polisi mendatangkan ibu pelaku untuk membujuknya menyerahkan diri, meski tak membuahkan hasil. Jakrapanth justru merespons dengan menembaki petugas.

Berondongan tembakan terdengar sebelum fajar, beberapa jam setelah dinas keamanan Thailand menyerbu lantai dasar mal Terminal 21.

Belum diketahui pasti berapa orang yang masih terjebak di dalam mal.

"Ini seperti mimpi, saya bersyukur bisa selamat," kata pengunjung mal, Sottiyanee Unchalee (48), dikutip dari AFP, seraya menjelaskan dia bersembunyi di toilet di dalam mal ketika mendengar suara tembakan.

Juru bicara kementerian pertahanan Kongcheep Tantravanich mengatakan pihaknya masih mendata jumlah pasti korban, namun sejauh ini ada lebih dari 20.

"Ada sekitar 20 yang tewas," kata Kongcheep, seraya menambahkan polisi, pasukan komando militer, dan penembak jitu, berada di sekitar Terminal 21.

Motif aksi brutal Jakrapanth masih belum jelas. Hanya dalam posting-di Facebook saat melancarkan serangan dia menulis, Haruskan saya menyerah? "Dan" Tidak ada yang bisa lolos dari kematian ".

Selain itu dia juga mengatakan dalam live di Facebook, "Saya lelah, saya tidak bisa lagi mennggunakan jari saya".

Facebook telah menginstal akun Jakrapanth.

“Sistem kami dan akan bekerja sepanjang waktu untuk menyimpan semua konten yang dikeluarkan terkait dengan serangan ini, segera setelah kami mengetahuinya,” kata Facebook.


Editor : Anton Suhartono