Teori Konspirasi Berpotensi Lahirkan Puluhan Ribu Kasus Baru Covid-19 di Australia

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 13:58 WIB
Teori Konspirasi Berpotensi Lahirkan Puluhan Ribu Kasus Baru Covid-19 di Australia

Australia di tengah ancaman baru penambahan kasus Covid-19 hingga puluhan ribu disebabkan masyarakat mulai percaya teori konspirasi di balik pandemi Covid-19 (foto: ist)

MELBOURNE, iNews.id - Jumlah kasus baru Covid-19 di Australia berpotensi bertambah hingga puluhan ribu disebabkan masyarakat mulai mempercayai teori konspirasi mengenai Covid-19.

Berdasarkan data per hari Jumat (3/7/2020) ini, Australia mencatat kasus infeksi Covid-19 sebanyak 8.001 sedangkan angka kematian menembus 104.

Jumlah tersebut diyakini bisa bertambah lebih banyak sebab otoritas kesehatan Australia mendapat laporan lebih dari 10.000 orang di Melbourne menolak untuk melakukan tes Covid-19.

Tren memprihatinkan tersebut dirasa sangat menganggu dalam upaya pemerintah Australia dalam melakukan pelacakan penyebaran Covid-19. Pekan lalu, setidaknya sudah dilakukan lebih dari 100.000 tes di Melbourne. Jumlah tersebut masih jauh dari target 160.000 test.

Menteri Kesehatan Australia, Jenny Mikakos, mengatakan pihaknya sudah mendapat alasan mengapa banyak warga Melbourne berusaha menghindari tes Covid-19. Peredaran teori konspirasi mengenai Covid-19 menjadi penyebabnya.

Sebagian besar mereka yang percaya menganggap Covid-19 merupakan agenda setting para elite global. Di media sosial Instagram, seorang ahli teori konspirasi terkemuka di Australia dengan pengikut 250.000 followers mengklaim "alat tes yang telah terkontaminasi" sampai menyebut status pandemi cuma akal-akalan.

"Mengecewakan, kami memiliki lebih dari 10.000 orang yang menolak untuk dites," kata Jenny dikutip dari AFP.

"Laporan yang saya terima adalah bahwa beberapa orang percaya virus corona adalah konspirasi dan tidak akan berdampak pada mereka."

"Yang ingin saya tekankan di sini adalah bahwa virus corona adalah virus yang sangat menular. Virus ini dapat menyebar melalui keluarga Anda dengan sangat cepat," lanjutnya.

Editor : Arif Budiwinarto