Terinspirasi Kabinet RI, Putri Anwar Ibrahim Usul Anggota Parlemen Malaysia Pakai Batik

Anton Suhartono ยท Rabu, 30 Oktober 2019 - 15:59 WIB
Terinspirasi Kabinet RI, Putri Anwar Ibrahim Usul Anggota Parlemen Malaysia Pakai Batik

Nurul Izzah (Foto: The Star)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Nurul Izzah, putri Anwar Ibrahim yang juga politikus Malaysia, menyerukan agar para anggota parlemen laki-laki dibolehkan mengenakan batik di Dewan Rakyat.

Seruan perempuan yang juga anggota parlemen dari daerah pemilihan Pematang Pauh itu mendapat sambutan luas, bahkan dari oposisi atau lawan politik koalisi Pakatan Harapan.

Menurut Nurul, cara sepert ini penting untuk meningkatkan kesadaran serta membantu mempromosikan industri batik lokal Malaysia. Dia pun mencontohkan Presiden Joko Widodo yang bersama jajaran kabinet mengenakan batik saat pengumuman nama-nama menteri pada 23 Oktober lalu.

"Jika kita melihat Presiden Jokowi saat mengumumkan jajaran kabinet di Indonesia, seluruhnya mengenakan batik. Tapi kita kami masih menghadapi tantangan dalam hal peraturan di Dewan Rakyat yang melarang anggota parlemen laki-laki mengenakan batik Malaysia," kata Nurul, dikutip dari The Star, Rabu (30/10/2019).

(Jajaran Kabinet Indonesia Maju berfoto di depan Istana Merdeka /AFP)

"Saya berharap Anda dapat membantu lebih lanjut, karena hanya melalui kesadaran, kita dapat mendorong upaya untuk mempromosikan batik sehingga dapat dijual dengan harga yang bersaing oleh pemain lokal di seluruh Malaysia," ujarnya, lagi.

Anggota parlemen lain dari oposisi Barisan Nasional Ahmad Maslan dan Jalaludin Alias menyampaikan dukungan atas usul Nurul.

Lebih tegas lagi, anggota parlemen oposisi lainnya Khairy Jamaluddin mendesak Ketua Dewan Rakyat untuk menyetujui usulan yang memungkinkan anggota parlemen laki-laki mengenakan batik di aula.

"Bahkan parlemen Singapura telah melonggarkan aturan berpakaian untuk membuatnya lebih simpel," katanya.

Lebih lanjut Khairy menyayangkan mahalnya harga batik lokal sehingga menjadi kendala bagi masyarakat untuk membelinya.

"Disebutkan bahwa batik Malaysia lebih mahal ketimbang batik lain yang jauh lebih murah karena kelebihan pasokan dari negara tetangga, terutama Indonesia.

"Jika kita bisa menekan harga, saya percaya bahwa banyak orang, terutama generasi muda, akan mengenakan batik Malaysia ketimbang Indonesia," ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

Sementara itu Wakil Menteri Seni dan Budaya Muhammad Bakhtiar Wan Chik mengatakan untuk sementara anggota parlemen laki-laki masih bisa mengenakan dasi bermotif batik selama di Dewan Rakyat.

Kementerian, kata dia, akan terus mengambil langkah untuk meningkatkan kesadaran dan memperkenalkan batik kepada masyarakat sejak tingkat sekolah.

Editor : Anton Suhartono