Termakan Isu Dampak Virus Korona, Warga Hong Kong Borong Tisu Toilet dan Beras

Anton Suhartono ยท Kamis, 06 Februari 2020 - 13:13 WIB
Termakan Isu Dampak Virus Korona, Warga Hong Kong Borong Tisu Toilet dan Beras

Rak tisu toilet di supermarket kosong setelah diborong warga Hong Kong yang panik (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Warga Hong Kong dilanda kepanikan sejak sepekan terakhir akibat wabah virus korona. Hingga Kamis (6/2/2020), 21 orang dinyatakan positif terinfeksi dan satu orang meninggal.

Kasus kematian akibat virus korona di Hong Kong merupakan yang kedua di luar China daratan, setelah Filipina.

Kali ini warga terpengaruh isu kurangnya tisu toilet dan beras. Mereka pun berbondong-bondong mendatangi supermarket hingga terjadi antrean panjang. Troli-troli belanja dipenuhi tisu toilet dan karung beras.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan antrean panjang. Gambar juga menunjukkan rak-rak tisu toilet dan beras kosong. Selain itu mereka juga memborong pasta.

Rekaman viral itu memicu reaksi pemerintah dan meminta warga menghindari panic buying.

"Menanggapi berbagai rumor baru-baru ini bahwa ada kekurangan barang seperti beras dan tisu toilet, yang menyebabkan panic buying dan kekacauan, juru bicara pemerintah menyampaikan penyesalan atas tindakan jahat pihak yang menyebarkan desas-desus di saat kota ini sedang berjuang melawan virus, serta menyebut penyebar rumor itu punya niat jahat," kata dia, dalam pernyataan, seperti dikutip dari AFP.

Hong Kong telah menutup sebagian besar perbatasan dengan China daratan, sehingga pengiriman kebutuhan pokok belum terpengaruh.

"Ada stok makanan yang mencukupi termasuk beras dan pasta. Masyarakat tidak perlu khawatir," bunyi pernyataan lagi.

Harold Yip, pendiri perusahaan daur ulang kertas limbah Mil Mill, mengatakan, pada Rabu saja pihaknya menerima lebih dari 100 pertanyaan dari masyarakat yang panik mengenai stok tisu toilet.

Sementara itu RTHK melaporkan, tisu toilet dan beras di satu supermarket Distrik Wanchai ludes dalam waktu 30 menit sejak toko dibuka pada Kamis pagi.

Jaringan supermarket Wellcome juga menegaskan bahwa rumor kurangnya tisu toilet tidak berdasar.

Editor : Anton Suhartono