Teror New York, 5 Korban Tewas Ternyata Warga Argentina

Raras Mita Pangesti ยท Rabu, 01 November 2017 - 16:06 WIB
Teror New York, 5 Korban Tewas Ternyata Warga Argentina

Dua dari delapan korban tewas dalam aksi teror di New York merupakan warga asing (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Aksi teror yang dilakukan oleh pria asal Uzbekistan, Sayfullo Saipov, di New York, Amerika Serikat, pada Selasa 31 Oktober 2017 menewaskan delapan orang dan melukai setidaknya 11 lainnya. Korban tewas bukan hanya warga Amerika Serikat. Bahkan enam di antaranya merupakan warga asing, yaknu berasal dari Argentina dan Belgia.

Korban tewas terbanyak merupakan warga Argentina dan sudah dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Argentina.

Kementerian Luar Negeri Argentina memastikan bahwa korban tewas merupakan warganya. Surat kabar La Nacion mempertegas dengan menyebutkan ada lima warga Argentina yang tewas dalam teror berdarah tersebut. Identitas lima korban tewas adalah Hernan Mendoza, Diego Angelini, Alejandro Pagnucco, Ariel Erlij, dan Hernan Ferruchi. Mereka ke New York untuk menghabiskan waktu libur.

Di kesempatan lain, Wakil Perdana Menteri Belgia Didier Reyners juga memastikan bahwa salah seorang korban merupakan warganya. Selain itu, ada tiga warga Belgia lainnya yang menjadi korban luka dalam serangan berdarah tersebut.

Sementara itu petugas Biro Penyelidik Federal (FBI) yang melakukan penyelidikan di lokasi memastikan tidak ada bahan peledak ditemukan di mobil pelaku.

Di kesempatan berbeda, Menteri Keamanan Dalam Negeri Elaine Duke mengatakan pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan di seluruh wilayah AS. Peristiwa berdarah itu merupakan pelajaran berharga. Apalagi, ini merupakan aksi teror terbesar dalam jumlah korban tewas dan luka, setelah serangan di menara kembar WTC yang menewaskan 2.600 orang pada 11 September 2001.

"Kami akan selalu waspada dan berkomitmen untuk melindungi seluruh masyarakat Amerika Serikat," kata dia, seperti dikutip dari Fox News.

Meskipun baru saja terjadi teror, parade Halloween tahunan tetap berjalan sesuai rencana. Polisi meningkatkan keamanan dengan menambah jumlah aparat bersenjata laras panjang di lokasi perayaan. Selain itu petugas mengerahkan truk pemblokir.

Gubernur New York Andrew Cuomo dan Wali Kota New York Bill de Blasio bahkan menghadiri perayaan tahunan itu.


Editor : Anton Suhartono