Terowongan Bekas Kedai KFC di AS Jadi Tempat Penyelundupan Narkoba
PHOENIX, iNews.id - Aparat Amerika Serikat (AS) menemukan terowongan rahasia yang membentang dari bekas restoran KFC di Arizona hingga ke Meksiko.
Terowongan bawah tanah sepanjang 180 meter itu tersembunyi di ruang bawah tanah bangunan bekas restoran di San Luis. Saat ditelusuri, terowongan tersebut mencapai sebuah rumah di San Luis Rio Colorado, Meksiko.
Pihak berwenang menemukan terowongan itu pekan lalu dan menangkap pemilik bangunan tersebut.
Mereka disiagakan ke terowongan setelah pemilik bekas restoran, Ivan Lopez, ditangkap saat kendaraannya diberhentikan di pinggir jalan.
Terowongan itu berawal dari sebuah bekas restoran KFC di AS menuju sebuah rumah rumah di Meksiko. (Foto: Homeland Security Investigations)
Selagi mobilnya menepi, anjing pelacak dari kepolisian dilaporkan menemukan dua bungkus narkotika seharga lebih dari Rp14 miliar di dalam kendaraan tersebut.
Para penyelidik mengatakan, bungkusan narkotika itu berisi 118 kilogram metamfetamin, enam gram kokain, 3 kilogram fetanil, dan 21 kilogram heroin.
Aparat kemudian menggeledah rumah Lopez dan bekas restoran KFC miliknya. Mereka menemukan pintu masuk menuju terowongan di bagian dapur bekas restoran.
Lorong itu memiliki kedalaman 6,7 meter, tinggi 1,5 meter, dan lebarnya hampir satu meter. Ujung terowongan berada di bagian bawah ranjang sebuah rumah di Meksiko.
Dinding terowongan yang menghubungkan AS dan Meksiko. (Foto: Homeland Security Investigations)
Terowongan itu diyakini menjadi sarana penyelundupan narkoba, yang ditarik menggunakan tali.
Ini bukan merupakan penemuan terowongan pertama. Dua tahun lalu, sebuah terowongan sepanjang hampir 800 meter ditemukan oleh pihak yang berwenang di San Diego, California.
Pihak berwenang menyebut terowongan tersebut merupakan yang terpanjang untuk menyelundupkan kokain dan ganja.
Pada Juli, patroli perbatasan AS menyita 15 kilogram heroin, 10,91 kilogram kokain, 327 kilogram metamfetamin dan 1.900 kilogram ganja di pos pemeriksaan perbatasan nasional.
Editor: Nathania Riris Michico