Tersangka Pengeboman Gereja di Filipina Serahkan Diri, tapi Dibebaskan
MANILA, iNews.id - Tersangka peledakan bom di gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel di Kota Jolo, Provinsi Sulu, Filipina selatan, menyerahkan diri ke polisi.
Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Oscar Albayalde, seperti dikutip dari Xinhua, Senin (4/2/2019), mengatakan, pelaku yang diburu itu bernama Kamah. Tak hanya Kamah, ada empat orang lainnya menyerahkan diri dalam waktu berbeda sepanjang akhir pekan.
Kamah sempat lolos dalam penggerebekan di Sulu yang dilakukan oleh pasukan keamanan. Namun seorang temannya tewas dalam baku tembak.
Namun, kata Albayalde, Kamah membantah terlibat dalam pengeboman gereja yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya itu.
Lebih lanjut Albayalde menjelaskan pihaknya menjadikan Kamah sebagai tersangka utama karena pria yang juga anggota kelompok Ajang-Ajang, salah satu faksi Abu Sayyaf, itu terlihat di dekat gereja saat pengeboman terjadi. Empat orang lainnya yang menyerahkan diri juga membantah terlibat. Mereka juga terlihat di CCTV saat ledakan terjadi.
Setelah itu, polisi membebaskan lima orang tersebut. Dengan demikian belum satu pun orang yang ditangkap sejak pengeboman terjadi.
Pada Jumat pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano menyebut dengan yakin, pelaku peledakan merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Indonesia. Dia menyampaikan pernyataan itu berdasarkan keterangan saksi dan sumber di penyelidikan.
Kementerian Luar Negeri RI belum mendapat konformasi mengenai keterlibatan WNI dalam ledakan yang terjadi pada Minggu 27 Januari itu. Sumber di militer menyebut identitas pelaku belum terungkap.
Editor: Anton Suhartono