Terungkap! Iran Gempur Kantor Misi Diplomatik AS di Irak 600 Kali, Kerugian Tembus Rp2,8 Triliun
WASHINGTON, iNews.id - Fasilitas diplomatik Amerika Serikat (AS) di Irak menjadi sasaran terparah serangan Iran selama perang yang pecah sejak 28 Februari 2026. Dalam periode pelaporan 1 April hingga 30 Juni, fasilitas-fasilitas tersebut menghadapi lebih dari 600 serangan.
Serangan rudal dan drone Iran itu menyebabkan kerusakan fisik dengan nilai lebih dari 157 juta dolar AS atau sekitar Rp2,8 triliun. Nilai tersebut menjadi bagian terbesar dari total kerugian fasilitas diplomatik AS di Timur Tengah yang mencapai 184 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun.
Data tersebut diungkapkan dalam laporan Lead Inspector General, seperti dilaporkan kantor berita Rusia RIA Novosti, Jumat (18/9/2026).
Sejumlah fasilitas diplomatik AS di Irak yang terdampak serangan antara lain Konsulat Jenderal AS di Erbil, Kedutaan Besar AS di Baghdad, serta kantor bantuan diplomatik di dekat Bandara Internasional Baghdad.
Ketiga fasilitas tersebut menyumbang sebagian besar kerusakan yang dialami jaringan diplomatik AS akibat serangan Iran selama periode pelaporan.
Irak menjadi negara dengan kerusakan fasilitas diplomatik AS paling besar dibandingkan negara Timur Tengah lainnya. Di Kuwait, kerusakan fasilitas diplomatik AS diperkirakan hampir mencapai 15 juta dolar AS.
Sementara itu, kerusakan fasilitas diplomatik AS di Arab Saudi mencapai sekitar 11,5 juta dolar AS. Di Uni Emirat Arab (UEA), kerusakan tercatat sekitar 125.000 dolar AS.
Laporan tersebut menyebut fasilitas diplomatik AS di Bahrain, Israel, Yordania, Lebanon, dan Oman tidak mengalami kerusakan fisik akibat serangan Iran.
Selain kerusakan langsung, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS memperkirakan perang juga menimbulkan kerugian tidak langsung. Penundaan pembangunan fasilitas di sejumlah negara Timur Tengah diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 24,5 juta dolar AS atau lebih dari Rp400 miliar setiap bulan.
Perang Iran-AS pecah setelah militer AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah serta wilayah Israel.
Editor: Anton Suhartono