Terungkap Presiden AS Bill Clinton Pernah Minta Bantuan Putin Buru Osama bin Laden
WASHINGTON, iNews.id - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton pernah meminta bantuan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memburu pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden. Hal itu terungkap dalam dokumen Arsip Nasional AS yang diungkap ke publik pekan lalu.
Pernyataan itu disampaikan Clinton langsung kepada Putin saat pertemuan langsung di Istana Kremlin pada 4 Juni 2000. Pada kesempatan itu, Clinton mengajak Putin melakukan upaya bersama AS-Rusia melawan terorisme internasional.
Transkrip percakapan keduanya dirilis pada Kamis menyusul gugatan Kebebasan Informasi yang diajukan Arsip Keamanan Nasional, lembaga penelitian independen Universitas George Washington.
Menurut notulensi rapat, Clinton bertanya kepada Putin, "Bagaimana dengan kerja sama anti-terorisme antarnegara kita, khususnya melawan Osama bin Laden?"
Dia lalu mengusulkan strategi terkoordinasi antara Washington dan Moskow.
"Kita harus menyatukan rakyat untuk mengembangkan pendekatan komprehensif dalam menghadapi bin Laden," kata Clinton, melanjutkan.
Saat itu Putin, yang baru dilantik sebagai presiden, sedang menghadapi pemberontakan di Kaukasus Utara. Putin mengatakan front bersama diperlukan untuk melawan teroris internasional.
Osama bin Laden tewas dalam serangan pasukan khusus Navy SEAL di Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011.
Selain itu, Putin dan Clinton membahas prospek Rusia bergabung NATO. Clinton mengakui, ekspansi blok militer NATO ke timur dianggap sebagai masalah oleh banyak pejabat di Moskow.
Putin menyambut baik soal ajakan ke NATO.
"Harus ada hubungan skala penuh antara Rusia dan NATO," kata Putin, saat itu.
Setelah serangan 9/11 di beberapa wilayah AS, Washington dan Moskow bekerja sama erat melawan kelompok radikal dengan membentuk beberapa satuan tugas gabungan. Namun, setelah itu AS memilih melakukan intervensi militer sepihak ke beberapa negara Timur Tengah yang membuat Rusia semakin waspada.
Rusia mengutuk invasi pasukan sekutu yang dipimpin AS ke Irak pada 2003. Invasi itu dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional dan preseden yang meresahkan, menggunakan alasan yang dibuat-buat untuk penggunaan kekuatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, AS mengurangi kerja sama dengan Rusia hingga seminimal mungkin karena hubungan yang memburuk, terutama setelah eskalasi konflik Ukraina pada 2022.
Editor: Anton Suhartono