Terungkap, Rahasia Tak Ada Kematian Akibat Covid-19 di Mongolia

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 20:30:00 WIB
Terungkap, Rahasia Tak Ada Kematian Akibat Covid-19 di Mongolia
Patung Perak Genghis Khan di Mongolia. (foto: SCMP)

ULAN BATOR, iNews.id - Mongolia merupakan salah satu negara dengan kasus Covid-19 terendah di dunia. Selain gaya hidup tradisional, masyarakat Mongolia percaya mereka dilindungi dari Covid-19 oleh Genghis Khan.

Sampai Sabtu (20/6/2020) kemarin, Mongolia hanya mencatat 204 kasus Covid-19 sejak virus tersebut dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada Januari lalu. Fakta menarik lainnya, pasien Covid-19 di Mongolia kesemuanya berasal dari luar negeri dinyatakan sembuh, atau dengan kata lain tidak ada kematian.

Orang Mongolia mengaitkan ketahanan fisik di tengah pandemi Covid-19 dengan faktor gaya hidup mereka yang lebih menghargai pemberian dari alam; udara bersih, makanan alami, daging bebas lemak, dan susu. Dan yang tak kalah penting kepercayaan mereka terhadap sosok panglima perang legendaris Genghis Khan.

Kekuatan dan kemampuan Genghis Khan dalam berperang dipercaya menurun ke semua orang Mongolia sehingga menjadikan mereka tangguh menghadapi segala perubahan cuaca dan penyakit.

Enkh-Ouyn Byambador, seorang dukun, mengatakan orang Mongolia hidup dengan pikiran tenang sebab semua sudah tersedia di alam. Inilah yang membuat kualitas kesehatan mereka diklaim lebih baik daripada masyarakat perkotaan.

"Orang Mongolia tidak mudah stres," katanya dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Rabu (24/6/2020).

"Di sini tidak ada konsumerisme seperti di negara lain," ujarnya.

Sementara Biksu Ukhaaanzaya Dorjnamnan meyakini setiap masalah di dunia adalah jenis ular mistik berbeda. Menurutnya, Covid-19 merupakan ular naga yang sangat kuat tetapi tidak ingin menyakiti orang MOngolia.

"Sebab kami hidup dekat dengan alam," kata Biksu Dorjnamnan.

Lebih lanjut, dia juga mempercayai bahwa ruh Genghis Khan masih berada di Mongolia untuk menjaga keturunannya dari hal-hal jahat.

"Khan Agung memilih tanah ini untuk kami, karena ini tanah yang bagus dan dia berjanji melindungi kami," lanjutnya.

Penasehat Khusus Perdana Menteri Mongolia, Dr. Chinburen Jigjidsuren, mengatakan komunikasi yang baik membuat pemerintah tidak menciptakan kepanikan. Dr. Chiburen menyebut komunikasi efektif merupakan salah satu warisan Genghis Khan dalam mengirim pesan dari satu ke wilayah lain.

"Kami melakukan hal yang sama hari ini. Pesan dari Ulan Bator, ibu kota Mongolia, dengan cepat disampaikan pengembara ke provinsi-provinsi terpencil," kata Dr Chinburen.

Editor : Arif Budiwinarto