Terungkap! Teroris Sayap Kanan Rencanakan Pembunuhan Massal di Masjid Jerman
Semua tersangka ditangkap pada 14 Februari tahun lalu, kecuali satu orang yang sempat buron. Dari 12 tersangka, satu diantaranya telah meninggal dunia dalam penanahan pra0-sidang. Namun, kejaksaan tidak merinci lebih lanjut mengenai kematian tersebut.
Salah satu pemimpin Grup S, Werner S, mengatakan dirinya kedapatan membawa pistol berisi peluru yang digunakan untuk latihan menembak target saat pertemuan kelompok. Werner juga diketahui telah mengatur pertemuan anggota pada September 2019.
Anggota Grup S berlatih menggunakan senjata dengan target
Dalam pertemuan di Alfdorf, Jerman, 12 orang itu berlatih melemparkan kapak ke batang kayu dan memanah. Beberapa anggota membawa rompi antipeluru, senjata, dan seekor anjing yang dilatih untuk menyerang sesuai permintaan.
Salah satu pria dilaporkan memiliki rekaman penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret 2019, di mana 51 orang tewas.
Seorang pria berusia 36 tahun yang termasuk di antara tersangka dilaporkan memiliki tato paha berseragam Adolf Hitler dan swastika di dadanya, serta buku tentang "studi rasial" dan kapak yang menampilkan lambang SS dan kata "Arya."
Jerman telah dilanda beberapa serangan teroris sayap kanan terhadap minoritas dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pembunuhan etnis Turki oleh apa yang disebut Gerakan Bawah Tanah Sosialis Nasional, yang dihukum pada tahun 2018.
Editor: Arif Budiwinarto