Terus Bertambah, 19 Polisi Myanmar Kabur ke India Setelah Membelot dari Junta Militer
NEW DELHI, iNews.id - Jumlah polisi Myanmar yang membelot dari kudeta militer dengan menyeberang ke India bertambah menjadi 19 orang, Kamis (4/3/2021).
Mereka menolak menjalankan perintah dari pemerintahan junta militer untuk menekan demonstrasi.
Seorang pejabat kepolisian India yang menolak menyebutkan identitasnya mengatakan, para polisi Myanmar itu menyeberangi perbatasan Distrik Champhai dan Serchhip di Negara Bagian Mizoram.
Seluruh polisi itu berjenis kelamin laki-laki, berpangkat rendah, serta tidak membawa senjata.
Viral Demonstran Cantik Myanmar Tewas Ditembak Aparat, Pakai Kaos 'Semua Akan Baik-Baik Saja'
"Kami mengira lebih banyak lagi yang akan datang," kata pejabat itu, dikutip dari Reuters.
Ada beberapa kisah yang beredar di media sosial mengenai polisi Myanmar yang membangkang dari perintah junta militer. Umunya para polisi pembelot itu ditangkap. Namun untuk kasus yang melarikan diri dari Myanmar baru pertama kali terungkap.
3 Polisi Myanmar Membelot dari Pemerintahan Junta Militer Pascakudeta, Kabur ke India
Menurut pejabat, alasan polisi Myanmar melarikan diri dari negaranya karena takut akan dianiaya karena tidak mematuhi perintah atasan.
38 Pendemo Myanmar Dibantai Aparat, PBB: Hari Paling Berdarah sejak Kudeta
Mereka mengajukan diri sebagai pengungsi di India.
"Mereka tidak mau menerima perintah melawan gerakan pembangkangan sipil," kata pejabat itu.
Dari 19 polisi yang membelot, tiga di antaranya melewati perbatasan dekat Kota Vanlaiphai di Distrik Serchhip pada Rabu sore. Pihak berwenang memeriksa kesehatan mereka.
India berbagi perbatasan darat sepanjang 1.600 km dengan Myanmar. Negara itu menjadi rumah bagi ribuan pengungsi Myanmar, termasuk warga etnis Chin dan Rohingya yang melarikan diri selama kekerasan beberapa tahun lalu.
Editor: Anton Suhartono