The New York Times Sebut Trump Sempat Setujui Serang Iran, tapi Dicabut Lagi
WASHINGTON, iNews.id - Berita mengejutkan diungkap The New York Times edisi Kamis (20/6/2019). Disebutkan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menyetujui serangan terhadap Iran, namun tak lama kemudian keputusan itu dicabut.
Persetujuan itu disampaikan setelah Pasukan Garda Revolusi Iran menembak jatuh pesawat intai tak berawak atau drone Angkatan Laut AS di Selat Hormuz pada Rabu lalu.
Iran beralasan drone itu terbang di wilayah udaranya, sementara AS menepis dengan menyebut pesawat itu melintas di wilayah udara internasional.
Dilaporkan The New York Times yang mnengutip seorang sumber pejabat senior pemerintah, AS berencana menyerang beberapa target Iran, seperti radar dan sistem baterai rudal. Namun rencana itu dibatalkan di tahap awal.
Sementara itu Gedung Putih dan Pentagon menolak berkomentar mengenai laporan The New York Times tersebut. Tidak jelas apakah ada rencana serangan di kemudian hari.
Trump mengungkapkan kegeramannya pada Kamis terkait penembakan itu.
"Iran membuat kesalahan sangat besar! Sulit dipercaya bahwa hal ini disengaja, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya. Saya pikir itu bisa saja dilakukan oleh seseorang yang goyah dan bodoh," cuit Trump.
Saat ditanya apakah AS akan membalas, Trump menjawa "Anda akan mengetahuinya."
Sebelumnya Iran mengungkap beberapa puing pesawat intai Global Hawk di perairan wilayahnya setelah ditembak jatuh menggunakan rudal.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan negaranya tak ingin berperang dan siap membuktikannya di forum intenasional.
"Kami tidak mencari perang, tetapi akan dengan gigih mempertahankan wilayah udara, darat, dan perairan kami," kata Zarif.
Editor: Anton Suhartono