Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS
Advertisement . Scroll to see content

Tim Ahli Mulai Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Minggu, 15 April 2018 - 16:29:00 WIB
Tim Ahli Mulai Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah
Seorang bayi dirawat menggunakan tabung oksigen akibat paparan senjata kimia di Douma pada Januari lalu(Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

DAMASKUS, iNews.id – Tim inspeksi dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) memulai penyelidikan di Kota Douma, Ghouta Timur, Suriah, Minggu (15/4/2018).

Mereka akan menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan Bashar Al Assad saat menyerang kota itu pada Sabtu 7 April yang menyebabkan setidaknya 70 orang tewas.

"Tim pencari fakta telah tiba di Damaskus pada Sabtu dan akan ke Douma pada Minggu," kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Ayman Soussan, dikutip dari AFP.

Tim dari organisasi internasional yang berbasis di Den Haag, Belanda, itu terdiri dari para ahli di bidang persenjataan dan bahan kimia.

Amerika Serikat dan sekutunya mencurigai, senjata kimia yang digunakan oleh rezim Assad di Douma adalah klorin dan sarin. Namun Suriah dan sekutunya Rusia membantah penggunaan senjata kimia tersebut.

Soussan menegaskan, para ahli kimia akan diizinkan menyelidiki kasus ini tanpa dihambat.

"Kami akan memastikan mereka dapat bekerja secara profesional, obyektif, tidak memihak, dan bebas dari tekanan apa pun," katanya.

Dugaan penggunaan senjata kimia di Douma di antaranya dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta kelompok bersenjata Jaish Al Islam. WHO mendapat laporan adanya 500 pasien yang datang ke rumah sakit dan klinik-klinik dengan mengeluhkan gejala seperti keracunan bahan kimia.

Sementara itu, tokoh Jaish Al Islam mengatakan mereka terpaksa meneken kesepakatan dengan pasukan Assad untuk meninggalkan Douma, kota terakhir yang diduduki pemberontak di Ghouta Timur dalam 8 tahun terakhir, karena diserang menggunakan senjata kimia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut