WUHAN, iNews.id – Tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul Covid di Wuhan, China, menyatakan penularan virus lewat sistem “rantai dingin” bisa saja terjadi. Karenanya, kata mereka, dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut untuk menguak misteri terkait awal mula munculnya wabah di kota itu.
Istilah “rantai dingin” mengacu pada rantai pasok pengangkutan dan perdagangan makanan beku. China sejak beberapa bulan lalu telah mengemukakan gagasan bahwa virus corona baru atau Covid-19 dapat ditularkan melalui makanan beku. Negara komunis itu juga berulang kali mengumumkan temuan jejak virus corona pada kemasan makanan impor.
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Namun, ketua tim investigasi WHO di Wuhan, Peter Ben Embarek, juga mengatakan bahwa penyelidikan yang berlangsung hampir sebulan lamanya di kota itu tidak secara dramatis mengubah gambaran tentang wabah tersebut.
“Kami tahu virus (Covid) ini dapat bertahan dalam kondisi yang ditemukan di lingkungan yang dingin dan beku ini. Tetapi kami tidak benar-benar mengerti bagaimana virus ini dapat menular ke manusia atau dalam kondisi apa,” kata Ben Embarek, dalam konferensi pers di Wuhan, Sealsa (9/2/2021), dikutip Reuters.
China dan AS Kembali Saling Tuding, Minta WHO Juga Selidiki Asal-usul Covid-19 di Amerika
Dia menuturkan, para peneliti masih harus mengeksplorasi apakah hewan liar yang dibekukan di pasar dengan kondisi yang tepat, dapat secara kondusif menyebarkan virus yang cepat.
Hasil penyelidikan timnya di Wuhan sejauh ini menunjukkan, upaya untuk mengidentifikasi asal-usul virus corona mengarah ke reservoir alami kelelawar. Akan tetapi, sumber pertama virus itu tidak mungkin berada di Wuhan—kota tempat wabah Covid-19 pertama kali diidentifikasi pada akhir 2019.
Selidiki Asal-usul Covid di Wuhan, Peneliti WHO Kaget
Dia juga mengatakan, para penyelidik sedang melihat apakah virus itu beredar lebih awal dari perkiraan pertama. Karenanya, sejumlah sampel darah perlu ditemukan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Adapun hipotesis lain yang menyebut kemungkinan virus pembawa Covid-19 bocor dari laboratorium Wuhan, adalah sangat tidak mungkin, menurut tim penyelidik WHO. Embarek pun sampai pada kesimpulan bahwa tidak diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji hipotesis tersebut.
Tim ahli WHO tiba di Wuhan pada 14 Januari lalu. Setelah dua pekan menjalani karantina, mereka mengunjungi tempat-tempat utama yang diduga terkait dengan awal kemunculan wabah virus corona. Di antaranya adalah pasar makanan laut Huanan, yang menjadi lokasi klaster infeksi Covid pertama yang diketahui sejauh ini.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku