Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang AS-Iran Merembet ke Energi, Teheran Ancam Lumpuhkan Fasilitas Minyak AS
Advertisement . Scroll to see content

Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Nyaris Tembus 100 Dolar AS per Barel

Rabu, 09 September 2026 - 07:42:00 WIB
Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Nyaris Tembus 100 Dolar AS per Barel
Harga minyak mentah Brent melonjak mendekati 100 dolar AS setelah serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi memicu kekhawatiran konflik Timur Tengah. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah dunia kembali melonjak pada Rabu (9/9/2026) setelah serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi. Hal ini memperkuat kekhawatiran konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Melansir CNBC International, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman November, yang menjadi patokan harga minyak global, naik 1,44 persen menjadi 99,36 dolar AS per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 1,47 persen menjadi 94,50 dolar AS per barel.

Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan aktivitas di sejumlah fasilitas energi dihentikan sementara setelah serangan yang dilakukan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dan berbasis di Yaman. Serangan itu melukai lebih dari 70 orang.

Layanan darurat masih bekerja untuk memadamkan kebakaran di lokasi dan menilai tingkat kerusakan yang terjadi, kata Kementerian Energi Arab Saudi, negara eksportir minyak terbesar di dunia.

Juru bicara militer Houthi mengatakan, kelompok tersebut menyerang fasilitas Saudi Aramco di wilayah selatan Arab Saudi menggunakan drone dan rudal balistik.

Serangan tersebut terjadi setelah militer AS pada Sabtu (5/9/2026) menyerang tiga kapal tanker minyak Iran sebagai aksi balasan atas serangan rudal balistik Iran terhadap dua kapal perang Angkatan Laut AS.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan terhadap kapal komersial tersebut sebagai "kejahatan perang" dan tindakan "perang ekonomi".

Serangkaian serangan balasan selama akhir pekan juga turut mendorong harga gas naik hingga mencapai rekor tertinggi.

Ketegangan antara Washington dan Teheran pun terus meningkat. Pihak Iran menegaskan setiap serangan terhadap pihaknya akan dibalas dengan aksi serupa.

"Serang aset kami dan kalian akan diserang," tulis Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui unggahan di X pada Senin (7/9/2026).

Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap unggahan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang mengatakan pihaknya akan menghancurkan dan menenggelamkan kapal tanker minyak Iran jika Iran menyerang kapal-kapal AS.

Sementara itu, bank investasi Goldman Sachs pada Senin (7/9/2026) menaikkan proyeksi harga minyak Brent dan WTI masing-masing sebesar 5 dolar AS.

Untuk Desember 2026, Goldman Sachs kini memperkirakan harga Brent mencapai 85 dolar AS per barel dan WTI 80 dolar AS per barel.

Sementara untuk 2027, bank tersebut memproyeksikan harga Brent berada di level 80 dolar AS per barel dan WTI 75 dolar AS per barel.

Goldman Sachs memperkirakan gangguan pengiriman melalui kawasan Timur Tengah akan berlanjut hingga 2027. Produksi minyak diperkirakan baru pulih secara bertahap pada paruh kedua 2027.

"Pasar semakin memperhitungkan kemungkinan konflik berkepanjangan di Timur Tengah," kata Goldman Sachs.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut