Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemilu Israel, Tokoh-Tokoh Oposisi Desak Warga Tak Dukung Netanyahu
Advertisement . Scroll to see content

Tokoh Oposisi Israel: Mari Kita Akhiri Era Netanyahu!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:03:00 WIB
Tokoh Oposisi Israel: Mari Kita Akhiri Era Netanyahu!
Para tokoh oposisi Israel menyerukan warga berbondong-bondong ke TPS guna menggagalkan Benjamin Netanyahu berkuasa lagi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Para pemimpin oposisi Israel menyerukan warga untuk berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilu parlemen Knesset, Selasa (27/10/2026). Mereka mengajak pemilih tidak mendukung partai-partai koalisi pemerintah demi mengakhiri era Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pemimpin partai oposisi Yisrael Beiteinu sekaligus mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman secara terbuka menyerukan warga untuk menggunakan hak pilih mereka guna menghentikan pemerintahan Netanyahu.

“Pilihlah. Mari kita akhiri era Netanyahu dan pemerintahan kaum Haredim,” tulis Lieberman di media sosial X, merujuk pada kelompok Yahudi ultra-Ortodoks yang menjadi bagian dari dinamika politik koalisi pemerintahan Israel.

Jika koalisi pemerintah kembali meraih kemenangan, Netanyahu berpeluang melanjutkan jabatannya sebagai perdana menteri. Karena itu, para pemimpin oposisi berupaya menggalang dukungan pemilih untuk mendorong perubahan kekuasaan.

Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 hingga pukul 22.00 waktu setempat. Pemilu kali ini dipandang krusial bagi masa depan politik Netanyahu yang memimpin pemerintahan sayap kanan Israel sejak akhir Desember 2022.

Pesaing Netanyahu Desak Perubahan Politik

Tokoh oposisi lainnya, Gadi Eisenkot, yang memimpin partai Yashar, juga menyerukan perubahan pemerintahan. Dia menegaskan, partainya harus menjadi kekuatan politik terbesar agar dapat menggantikan Netanyahu.

“Hanya ada satu jalan untuk mencapai perubahan dan menggantikan Netanyahu, dan itu adalah jalan Yashar,” tulis Eisenkot di X.

Dia menekankan pentingnya kemenangan partainya untuk mewujudkan perubahan politik di Israel.

Namun, Eisenkot dan Netanyahu memiliki kesamaan sikap dalam satu isu penting, yakni sama-sama menentang pembentukan negara Palestina, meskipun terdapat resolusi PBB yang mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Sementara itu, Gilad Kariv, anggota parlemen dari partai oposisi Demokrat, turut mendesak warga untuk berpartisipasi dalam pemilu.

Dia menggambarkan pemungutan suara sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan arah politik Israel setelah perjuangan oposisi selama empat tahun terakhir.

“Hari ini, kita membawa perjuangan yang telah kita lakukan selama 4 tahun terakhir ke kotak suara,” tulis Kariv di X.

Dia juga menyebut hari pemungutan suara sebagai awal dari empat tahun harapan ke depan.

Oposisi Peringatkan Potensi Berita Palsu

Kariv turut memperingatkan para pemilih mengenai kemungkinan penyebaran informasi palsu menjelang penutupan TPS. Dia menuding Netanyahu dan sekutunya akan berusaha memengaruhi proses pemilu melalui pesan-pesan yang menyesatkan.

“Dalam beberapa jam mendatang, Netanyahu dan sekutunya akan membanjiri Anda dengan berita palsu dan pesan yang menyesatkan dalam upaya untuk merusak pemilu dengan menyebarkan kebohongan dan ilusi,” ujarnya.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah persaingan politik yang ketat dan upaya kubu oposisi untuk memobilisasi pendukung mereka agar datang ke TPS.

Masa Depan Politik Netanyahu Disorot

Pemilu kali ini menjadi ujian penting bagi Netanyahu, yang menghadapi berbagai persoalan hukum dan tekanan politik.

Pria berusia 76 tahun itu sedang menjalani persidangan atas sejumlah tuduhan korupsi, termasuk penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan wewenang. Jika terbukti bersalah, dia dapat menghadapi hukuman penjara.

Selain itu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu sejak 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait tindakannya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

Seruan para pemimpin oposisi untuk mengakhiri era Netanyahu pun menempatkan pemilu Knesset ini sebagai momen penting dalam persaingan politik Israel. Hasil pemungutan suara akan menentukan komposisi parlemen dan membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan berikutnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut