Topan Rai Renggut 31 Nyawa di Filipina, Hancurkan Gereja dan Gedung Olahraga
MANILA, iNews.id - Korban tewas akibat terjangan Topan Rai di Filipina terus bertambah setelah tim SAR menjangkau daerah-daerah terdampak parah. Hingga Sabtu (18/12/2021) sore, 31 orang tewas, empat di antaranya akibat tertimpa pohon tumbang dan 27 karena sebab lain, seperti tersapu banjir.
Rai, atau disebut warga lokal dengan Odette, merupakan badai tropis ke-15 yang menerjang Filipina sepanjang 2021 dan paling mematikan. Topan ini juga memaksa lebih dari 300.000 orang mengungsi ke pusat-pusat penampungan. Topan tersebut masuk dalam kategori 5 atau level tertinggi yang membawa angin 195 km per jam sebelum mendarat di Filipina pada Kamis.
Cebu dan Bohol merupakan wilayah yang paling parah terdampak angin topan dan berstatus keadaan darurat sehingga bisa mendapatkan dana dari pemerintah pusat.
"Odette sangat kuat. Hampir 95 persen rumah di Pulau Dinagat hilang atapnya," kata Wakil Gubernur Provinsi Surigao del Norte, Nilo Demerey, dikutip dari Reuters.
Topan Rai Bikin Kacau Filipina, Kecepatan Angin 195 Km Per Jam
Bukan hanya itu, fasilitas yang biasa digunakan sebagai penampungan pengungsi seperti gereja, sekolah dan gedung olahraga, juga hancur.
Basarnas Evakuasi ABK Filipina yang Sakit di Perairan Aceh
Selain itu pemadaman listrik juga masih terjadi di banyak daerah. Lahan pertanian seperti sawah dan perkebunan jagung terendam banjir.
Setiap tahun, sekitar 20 badai tropis menerjang Filipina, menyebabkan banjir dan tanah longsor. Negara Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 7.600 pulau itu juga menjadi langganan gempa bumi.
Filipina Tolak Keras Permintaan China Singkirkan Kapal Perang di Laut China Selatan
Editor: Anton Suhartono