Tragis, Bocah 8 Tahun Loncat dari Lantai 9 Apartemen karena Dianiaya Orangtua

Anton Suhartono ยท Jumat, 20 September 2019 - 16:49 WIB
Tragis, Bocah 8 Tahun Loncat dari Lantai 9 Apartemen karena Dianiaya Orangtua

Apartemen tempat Anton tinggal (Foto: ICTV)

KIEV, iNews.id - Nahas dialami seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun di Ukraina. Dia kerap dianiaya orangtua sehingga memilih bunuh diri dengan cara loncat dari lantai 9 apartemen tempat tinggalnya di Enerhodar pada Agustus lalu.

Menurut polisi, kekerasan yang dialami korban, Anton, sudah berlangsung bertahun-tahun. Jika melakukan kesalahan kecil saja, Anton langsung dimarahi dan dipukul.

Baca Juga: Aksi Bunuh Diri di Kantor Pusat Facebook, Karyawan Loncat dari Lantai 4

Sebelum loncat dari apartemen, Anton sempat dimarahi orangtuanya karena merusak pakaian. Hal itu yang diduga kuat menjadi pemicu dia untuk bunuh diri.

"Orangtua memarahi anak itu karena menyobek pakaiannya. Saya juga mendengar mereka memukulinya. Setelah itu suasana tenang dan saya mendengar langkah cepat dari anak tersebut," kata saksi yang juga tetangga korban, Zhanna, dikutip dari Mirror, Jumat (20/9/2019).

(Anton/ICTV)

Beberapa detik kemudian, kata Zhanna, terdengar suara keras dari luar yang ternyata berasal dari halaman apartemen. Dia melihat dari jendela dapur Anton sudah terkapar di paving block.

"Saya melihat dari jendela dapur dan menyaksikan anak itu terbaring. Saya lalu menelepon ambulans dan polisi," katanya.

Tetangga lainnya mengatakan, Anton masih bernyawa saat paramedis tiba untuk menyelamatkannya. Namun karena luka parah, bocah manis itu pergi untuk selamanya.

Baca Juga: 1 Orang di Dunia Bunuh Diri Setiap 40 Detik, Thailand yang Tertinggi di ASEAN

Polisi membuka penyelidikan untuk mengungkap dugaan kesalahan orangtua dalam kasus bunuh diri ini. Petugas menduga orangtua lalai dari tugasnya.

Dalam pemeriksaan orangtua mengatakan bahwa Anton loncat melalui jendela kamarnya. Mereka mengakui menganiaya Anton sebelum peristiwa bunuh diri terjadi.

"Dia melompat keluar dari jendela kamar setelah penganiayaan," kata orangtua, dalam pemeriksaan.

Setelah diperiksa polisi, orangtua meninggalkan apartemen mereka untuk pindah keluar kota. Mereka masih diburu polisi dan terancam hukuman penjara 5 tahun jika terbukti bersalah.

Sementara itu kepala sekolah tempat korban menimba ilmu, Oksana Zelenska, mengatakan, Anton termasuk anak terbelakang dalam pelajaran. Bahkan dia tidak naik kelas dan tetap di kelas 1 meski usianya 8 tahun.

"Anak itu termasuk tertinggal di sekolah dan kami harus mengembalikannya ke kelas 1. Orangtuanya sama sekali tidak memberikan perhatian," kata Zelenska.


Editor : Anton Suhartono