Tragis, Turis China Tewas Digigit Kuda Nil di Kebun Binatang Kenya
Senin, 13 Agustus 2018 - 08:01:00 WIB
Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Danau Naivasha, David Kilo mengatakan kepada surat kabar Star di Kenya bahwa kenaikan permukaan air telah mengurangi area padang rumput untuk kuda nil, memaksa mereka ke peternakan dan lahan hotel, dan meningkatkan hubungan antara mamalia dan manusia.
Dinas Margasatwa Kenya kini melacak kuda nil yang bersangkutan.
Kuda nil sendiri merupakan hewan yang agresif, memiliki gigi tajam dan berat hingga 3 ton. Hewan ini juga merupakan mamalia daratan paling mematikan di dunia.
Kuda nil membunuh sekitar 500 orang setiap tahun di Afrika.
Terlepas dari itu, kuda nil merupakan satwa liar yang merupakan salah satu daya tarik wisata alam liar di Afrika.
Editor: Nathania Riris Michico