Trump Akan Ubah Nama Negara Bagian New Mexico Jadi New America: Pendapatan Akan Meningkat!
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan usulan kontroversial dengan meminta nama Negara Bagian New Mexico diubah menjadi New America. Dia meyakini perubahan nama tersebut bisa meningkatkan prestise wilayah, mendongkrak nilai properti, hingga menambah pendapatan masyarakat.
Trump bahkan menegaskan New Mexico bukanlah Meksiko, melainkan bagian dari Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Truth Social pada Selasa (20/10/2026), seperti dikutip dari Anadolu.
"New Mexico harus segera mengganti menjadi New America. Kita bukan Meksiko, kita adalah Amerika Serikat!" tulis Trump.
Dia juga mengeklaim nama New America akan memberikan keuntungan ekonomi sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas nasional AS.
"Nama tersebut akan menambah nilai dan prestise besar untuk negara bagian ini! Nilai rumah dan pendapatan akan meningkat, dan Anda akan semakin bangga saat memberi hormat kepada bendera Amerika yang indah!" katanya.
Trump pertama kali mengusulkan perubahan nama tersebut pada September lalu. Saat itu, dia menilai New America memiliki prestise lebih tinggi dibandingkan New Mexico, negara bagian yang terletak di wilayah barat daya AS dan tidak memiliki garis pantai.
Trump Yakin Nama Baru Dongkrak Ekonomi
Alasan utama yang dikemukakan Trump adalah potensi peningkatan nilai ekonomi dan prestise New Mexico. Menurut dia, nama New America akan membuat wilayah tersebut memiliki citra yang lebih kuat sebagai bagian dari Amerika Serikat.
Trump secara khusus mengaitkan perubahan nama dengan kenaikan nilai rumah dan pendapatan masyarakat. Namun, dia tidak memaparkan kajian ekonomi atau data yang membuktikan bahwa penggantian nama negara bagian akan menghasilkan dampak tersebut.
Usulan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai dasar hukum perubahan nama sebuah negara bagian. Trump tidak bisa mengganti nama New Mexico hanya melalui keputusan presiden.
Perubahan nama negara bagian memerlukan proses konstitusional yang jauh lebih rumit, termasuk amandemen terhadap konstitusi yang relevan. Karena itu, usulan Trump tidak bisa langsung diberlakukan hanya berdasarkan keinginannya.
Gubernur New Mexico Menolak
Usulan Trump sebelumnya telah ditolak Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham, politikus Partai Demokrat. Penolakan tersebut disampaikan ketika Trump pertama kali mengungkap gagasan perubahan nama pada September.
Penolakan dari pemerintah negara bagian menjadi salah satu hambatan bagi ambisi Trump tersebut. Selain persoalan hukum, perubahan nama juga menyangkut identitas historis dan budaya wilayah yang telah lama dikenal sebagai New Mexico.
Nama New Mexico memiliki kaitan sejarah dengan Meksiko dan warisan budaya kawasan Amerika Serikat bagian barat daya. Karena itu, mengganti nama menjadi New America bukan sekadar perubahan administratif, melainkan juga menyentuh persoalan identitas wilayah.
Trump Sebelumnya Ubah Nama Teluk Meksiko
Keinginan Trump mengganti nama New Mexico sejalan dengan langkahnya mengubah nama sejumlah landmark geografis sejak kembali menjabat sebagai presiden.
Pada Januari 2025, Trump mengeluarkan instruksi presiden untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Perubahan tersebut menjadi salah satu kebijakan simbolis yang menonjol pada awal masa jabatan keduanya.
Pada Agustus, dia juga menandatangani instruksi untuk mengganti nama Danau Ontario, yang berbatasan dengan Amerika Serikat dan Kanada, menjadi Danau Amerika.
Selain itu, Trump pernah mengusulkan perubahan nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi "Samudra Trump" atau "Samudra Amerika".
Rangkaian usulan tersebut memperlihatkan keinginan Trump untuk memperkuat penggunaan nama yang menurutnya lebih mencerminkan identitas Amerika Serikat. Namun, perubahan nama geografis juga dapat menghadapi persoalan yurisdiksi dan pengakuan internasional, terutama jika menyangkut wilayah atau perairan yang berbatasan dengan negara lain.
Berbeda dengan penamaan geografis yang dapat diubah melalui kewenangan pemerintah federal dalam batas tertentu, mengganti nama New Mexico sebagai negara bagian menghadapi hambatan konstitusional tersendiri.
Hingga kini, usulan New America masih berupa gagasan Trump. Belum ada perubahan resmi yang menjadikan New America sebagai nama baru negara bagian tersebut.
Editor: Anton Suhartono