Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Begini Wujud Autopen, Alat Peniru Tanda Tangan yang Dipermasalahkan Trump kepada Joe Biden
Advertisement . Scroll to see content

Trump Ancam Rebut Kanada: Jangan Lupa, Kami Melindungi Anda!

Rabu, 08 Januari 2025 - 08:01:00 WIB
Trump Ancam Rebut Kanada: Jangan Lupa, Kami Melindungi Anda!
Donald Trump mengulangi ancamannya kepada Kanada yakni akan mengenakan tarif masuk 25 persen, bahkan merebut negara itu (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Kanada akan mengenakan tarif masuk 25 persen terhadap produk-produknya. Trump mengklaim ancaman itu untuk memerangi imigran ilegal serta narkoba.

Saat ditanya oleh wartawan soal guyonannya akan merebut Kanada, Trump mengatakan selama ini AS memberikan layanan keamanan kepada negara tengganya itu. Oleh karena itu ada alasan yang pantas jika suatu saat Kanada menjadi salah satu negara bagian AS.

"Jangan lupa, pada dasarnya kita melindungi Kanada. Namun justru inilah masalahnya dengan Kanada. Ada banyak teman di sana, saya mencintai mereka. Mereka hebat, Tapi kita menghabiskan ratusan miliar dolar setahun untuk melindunginya. Kita menghabiskan ratusan miliar setahun untuk mengurus Kanada. Kita mengalami defisit perdagangan," ujarnya, dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/1/2025).

Trump melanjutkan, AS akan mengenakan tarif sangat serius untuk Kanada dan Meksiko. 

"Mereka (narkoba) juga datang melalui Kanada dan obat-obatan yang datang jumlahnya sangat banyak, sangat banyak," kata Trump.

Trump pada November lalu mengatakan, begitu menjabat sebagai presiden AS pada 20 Januari 2025, akan langsung mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap barang-barang dari Kanada dan Meksiko. Dia menyoroti masalah yang belum terselesaikan yakni terkait imigran ilegal dan perdagangan narkoba.

Saat itu Trump berkelakar kepada Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, jika negaranya tak ingin dikenakan tarif, sebaiknya bergabung menjadi negara bagian ke-51 AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut