Trump Ancam Serang Iran jika Demonstran Dihukum Mati
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika para pemerintah menghukum mati demonstran yang ditangkap.
"Kami akan mengambil tindakan sangat tegas jika mereka melakukan hal seperti itu," kata Trump, dalam wawancara dengan CBS News, dikutip Rabu (14/1/2025).
Sebelumnya Trump membatalkan kehadirannya dalam rapat di Gedung Putih membahas isu Iran pada Selasa (13/1/2026). Trump membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai tidak ada lagi pembunuhan terhadap para demonstran.
Namun CBS News melaporkan, Trump tak hadir dalam pertemuan tersebut karena tidak dijadwalkan untuk bergabung.
Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber pejabat AS, melaporkan Trump akan hadir dalam pertemuan yang dihadiri Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth membahas peta jalan untuk melakukan tindakan tambahan terhadap Iran, termasuk kemungkinan pengerahan senjata siber rahasia terhadap target militer dan sipil Iran, memberlakuan sanksi, hingga serangan militer.
Setelah rapat tersebut, Hegseth dan Rubio memberi pengarahan kepada Trump tentang opsi militer.
Sebelumnya Iran menuduh AS dan Israel berada di balik demonstrasi berdarah di negaranya. Demonstrasi awalnya berjalan damai setelah para pemilik toko di Pasar Besar Teheran melakukan mogok dengan menutup toko-toko mereka untuk memprotes gejolak ekonomi yang ditandai dengan melemahnya nilai tukar rial Iran terhadap dolar AS. Sejak itu unjuk rasa meluas ke berbagai wilayah lain di Iran disertai dengan kerusuhan.
Editor: Anton Suhartono