Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Tewas Demonstrasi di Iran Jadi 648 Orang termasuk Anak di Bawah Umur
Advertisement . Scroll to see content

Massa Demo Tandingan di Iran Jauh Lebih Besar, Khamenei: Musuh Gagal!

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:02:00 WIB
Massa Demo Tandingan di Iran Jauh Lebih Besar, Khamenei: Musuh Gagal!
Massa aksi tandingan pro-pemerintah yang turun ke jalan pada Senin (12/1) jauh lebih besar dibandingkan anti-pemerintah (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran mengklaim berhasil merebut kembali kendali situasi keamanan setelah gelombang demonstrasi besar-besaran yang mengguncang negara itu.

Massa aksi tandingan pendukung pemerintah yang turun ke jalan pada Senin (12/1/2026) jauh lebih besar dibandingkan demonstran anti-pemerintah. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pun menegaskan, upaya musuh asing untuk menggoyang Republik Islam telah gagal.

Demonstrasi tandingan atas seruan pemerintah Iran itu digelar sebagai respons atas unjuk rasa anti-pemerintah yang berlangsung selama berhari-hari di berbagai kota besar. Ribuan hingga ratusan ribu pendukung pemerintah memenuhi jalan-jalan utama, membawa bendera nasional dan poster dukungan terhadap kepemimpinan Iran.

Khamenei memuji besarnya partisipasi massa pro-pemerintah tersebut. Menurutnya, aksi itu menjadi bukti nyata bahwa mayoritas rakyat Iran tidak terpengaruh oleh provokasi dan campur tangan asing.

“Aksi unjuk rasa besar-besaran ini, yang penuh tekad, telah menggagalkan rencana musuh asing yang seharusnya dilakukan tentara bayaran di dalam negeri,” ujar Khamenei.

Dia menambahkan, demonstrasi tandingan itu juga menjadi peringatan tegas bagi Amerika Serikat dan kekuatan luar lain yang dituding berada di balik kerusuhan.

Khamenei menegaskan, unjuk rasa anti-pemerintah bukanlah cerminan suara mayoritas rakyat Iran, melainkan bagian dari skenario yang dirancang untuk melemahkan stabilitas nasional. 

“Musuh telah gagal,” kata pemimpin berusia 86 tahun yang telah berkuasa sejak 1989 tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut