Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS dan Iran Hentikan Serangan 2 Hari setelah 13 Hari Saling Gempur, Isyarat Gencatan Senjata?
Advertisement . Scroll to see content

Trump Ancam Serang Iran Lagi: Bakal Sangat Keras

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:08:00 WIB
Trump Ancam Serang Iran Lagi: Bakal Sangat Keras
Donald Trump menegaskan siap melanjutkan serangan terhadap Iran jika perundingan gencatan senjata kembali gagal (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan siap melanjutkan serangan terhadap Iran jika perundingan gencatan senjata kembali gagal. Trump menghentikan serangan terhadap Iran sejak 2 hari terakhir yang juga dilakukan Iran.

Menurut Trump, AS ingin tetap terlibat dalam perundingan mendalam dengan Iran,namun juga siap untuk memulai kembali operasi militer jika negosiasi mandeg.

“Jika tidak berhasil, kita akan kembali ke aksi militer yang sangat keras,” kata Trump, kepada stasiun televisi Israel, Channel 12, dikutip Selasa (28/7/2026). 

Dia melanjutkan, jendela diplomatik sangat sempit, oleh karena itu proses negosiasi harus bergerak maju dengan cepat atau akan gagal sama sekali.

Trump menjelaskan pihaknya menghentikan serangan sejak akhir pekan setelah adanya permohonan dari negara-negara mediator di kawasan.

“Semua orang yang berurusan dengan Iran meminta saya, 'Jangan menembak',” kata Trump.

Ancaman terbaru terhadap Iran itu disampaikan Trump menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa. Kedua negara melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, dengan alasan untuk menghentikan program nuklirnya.

Pakistan memediasi gencatan senjata pada April, kemudian AS dan Iran meneken nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni untuk memungkinkan perundingan lebih lanjut dan peghentian perang secara permanen. 

Namun ketegangan meningkat pada awal Juli dipicu perbedaan pendapat tentang pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut