Warga AS Makin Tercekik! Harga Solar Tembus 6 Dolar per Galon, Tertinggi dalam Sejarah
WASHINGTON, iNews.id - Warga Amerika Serikat (AS) semakin tercekik dengan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), dampak dari perang di Timur Tengah. Aksi saling serang terbaru beberapa hari lalu memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, menembus 100 dolar per barel.
Situs web pelacakan harga BBM, GasBuddy, mengungkap, harga rata-rata solar di AS menembus 6 dolar (sekitar Rp106.000) per galon (Rp28.600 per liter), Kamis (10/9/2026). Ini merupakan kenaikan paling tinggi pertama kali dalam sejarah negara itu.
"Harga rata-rata nasional bahan bakar solar naik menjadi 6 dolar per galon. Data langsung dan real time-nya mencerminkan ambang batas penting," demikian penjelasan GasBuddy.
Disebutkan, angka tersebut merupakan level yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk solar. Lonjakan harga luar biasa ini terjadi kurang dari seminggu setelah harga solar mencetak rekor tertinggi sebelumnya, yakni 5,85 dolar AS.
Dengan 6 dolar per galon, harga solar di AS naik sekitar 2,30 dolar dibandingkan periode yang sama pada 2025, di mana rata-rata nasional sekitar 3,70 dolar.
Lonjakan harga solar sudah pasti akan berdampak langsung pada kenaikan biaya barang. Pasalnya, jenis bahan bakar ini dibutuhkan untuk mesin pertanian dan kendaraan berat seperti logistik sebagai bagian dari rantai pasok.
Editor: Anton Suhartono