Trump Dievakuasi dari Pesawat Air Force One Setelah Israel Peringatkan Serangan Rudal Iran
WASHINGTON, iNews.id - Intelijen Israel dilaporkan memberi tahu Amerika Serikat (AS) mengenai potensi serangan rudal berpemandu kelompok pro-Iran terhadap pesawat Air Force One yang digunakan Presiden Donald Trump dalam kunjungan ke Turki pada bulan lalu. Informasi tersebut direspons dengan mengevakuasi Trump secara diam-diam dari pesawat hadiah dari Qatar itu ke pesawat militer AS lainnya.
Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip keterangan sumber pejabat Gedung Putih, melaporkan intelijen Israel memberi tahu AS ancaman serangan rudal yang ditembakkan dari senjata portable atau manpad menargetkan Air Force One. Saat itu Trump dan rombongan hendak pulang meninggalkan Turki setelah mengikuti KTT NATO.
Pesawat kepresiden hadiah dari Qatar tersebut sepertinya belum dilengkapi dengan perangkat keamanan memadai.
Surat kabar The New York Times (NYT) melaporkan, kemampuan pertananan pesawat Air Force One baru, berkelir hijau-putih, lebih sedikit dibandingkan pesawat lama berkelir biru-putih.
Pesawat lama dilengkapi dengan sistem yang dirancang bisa mencegat serangan rudal anti-pesawat.
Trump terbang ke Turki menggunakan pesawat baru hadiah dari Qatar.
Namun Gedung Putih dan Trump mengatakan mereka pulang dari Turki menggunakan pesawat lama. Tujuannya, pesawat baru ditinggalkan di pangkalan udara Inggris untuk memberi kesempatan kepada personel militer di sana melihat-lihat pesawat tersebut.