Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Partai Trump Kalah Pemilu AS, Pemimpin Iran Mojtaba: Jangan Berharap Banyak
Advertisement . Scroll to see content

Trump Enggan Pecat Menhan Hegseth meski Partai Republik Kalah Pemilu AS

Jumat, 06 November 2026 - 07:00:00 WIB
Trump Enggan Pecat Menhan Hegseth meski Partai Republik Kalah Pemilu AS
Donald Trump tetap mempertahankan Menteri Pertahanan Pete Hegseth di tengah badai kritik terhadap kepala Pentagon itu (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap mempertahankan Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth di tengah badai kritik terhadap kepala Pentagon itu. Hegseth dianggap sebagai biang kerok kekalahan Partai Republik dari Partai Demokrat di Kongres AS dalam pemilu paruh waktu pada Selasa (3/11/2026).

Trump mendapat masukan dari banyak pihak yang mengungkapakan ketidakpuasan mereka atas Hegseth.

“Saya sepenuhnya berniat untuk tetap mempertahankannya,” ujar Trump, dalam wawancara dengan ABC News, dikutip Jumat (6/11/2026).

Trump juga mengakui, sejumlah pihak menghubunginya untuk menyampaikan kekhawatiran terkait kepemimpinan Hegseth di Pentagon, namun dia balik mempertanyakan kritik tersebut.

Namun, di sisi lain, Trump mengatakan akan lebih mudah untuk mencari pengganti Hegseth saat ini karena Kongres masih dikuasai Partai Republik hingga 31 Desember 2026. Kongres dengan kompisisi baru hasil pemilu paruh waktu akan mulai bertugas pada 1 Januari 2027.

Menurut Trump, proses uji kelayakan dan kepatutan untuk menhan yang baru akan lebih mudah dilakukan sebelum Partai Demokrat mengambil alih Senat pada Januari.

Sebelumnya, Trump menepis laporan yang menyebutkan dia mempertimbangkan untuk mencopot Hegseth. Dia mengatakan, Hegseth menjalankan tugas dengan sangat baik.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan Hegseth tidak akan mundur atau gentar oleh keinginan politisi Republik yang berupaya mencari keuntungan dengan menggulingkannya.

“Menteri Hegseth berkomitmen 100 persen untuk memimpin Departemen  Pertahanan hingga akhir masa jabatan Presiden Trump,” kata Parnell.

Sebelumnya Wakil Presiden JD Vance mengatakan, alasan Partai Republik kalah dalam pemilu paruh waktu adalah perang di Iran. Perang tersebut memicu lonjakan harga BBM di AS yang dampaknya juga membuat harga kebutuhan pokok dan barang melambung.

Partai Demokrat juga telah lama melontarkan kritik, baik terhadap perang maupun cara Hegseth menanganinya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut