Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Utang Israel Tembus Rp8.094 Triliun, Mantan Jenderal Peringatkan Keruntuhan Ekonomi
Advertisement . Scroll to see content

Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Setiap Tahun: Mereka Sudah Tak Butuh!

Rabu, 04 November 2026 - 07:02:00 WIB
Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Setiap Tahun: Mereka Sudah Tak Butuh!
Donald Trump mengumumkan AS akan menghentikan bantuan keuangan dan militer senilai 4 miliar dolar AS kepada Israel mulai akhir tahun ini (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan akan menghentikan bantuan keuangan dan militer senilai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp72,6 triliun kepada Israel setiap tahun mulai akhir 2026. Keputusan tersebut diklaim telah disepakati bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa bulan lalu.

Trump beralasan Israel kini sudah menjadi negara sukses dan mampu membiayai kebutuhan pertahanannya sendiri tanpa harus terus bergantung pada bantuan Washington.

"Netanyahu dan saya telah mencapai kesepakatan. Kita memberikan 4 miliar dolar AS setiap tahun kepada Israel, dan beberapa bulan lalu kami sepakat untuk menghentikannya," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Rabu (4/11/2026).

Trump menegaskan, setelah kesepakatan tersebut diberlakukan, AS tidak akan lagi memberikan bantuan rutin kepada Israel.

"Jadi kita tak memberi bantuan apa pun lagi kepada Israel," ujarnya.

Meski demikian, Trump tidak menutup kemungkinan pemerintahannya tetap membantu Israel jika diperlukan. Dia bahkan menyebut negara tersebut sebagai mitra luar biasa bagi AS.

Penghentian bantuan itu, menurut Trump, mencakup hibah keuangan langsung maupun pengiriman material pertahanan. Selama ini, Washington memberikan berbagai perlengkapan militer dan uang dengan nilai mencapai 4 miliar dolar AS setiap tahun.

"Anda bisa menganggapnya sebagai barter, bantuan militer, atau uang tunai. Dengar, kita memberi berbagai barang dan uang senilai 4 miliar dolar kepada mereka, padahal mereka tidak membutuhkannya," kata Trump.

Trump juga menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti Israel dilarang membeli persenjataan buatan AS. Transaksi penjualan senjata secara komersial akan tetap berlangsung dan Israel bebas membeli peralatan pertahanan Amerika di pasar terbuka.

Bantuan Militer AS-Israel Capai Rp690 Triliun

Rencana penghentian bantuan tersebut menjadi perubahan besar dalam hubungan pertahanan kedua negara. Sebab, AS selama ini merupakan pemasok utama bantuan militer bagi Israel.

Berdasarkan kesepakatan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 2016, AS berkomitmen memberikan bantuan militer senilai total 38 miliar dolar AS atau sekitar Rp690 triliun selama periode 2018-2028.

Nilainya mencapai 3,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp69 triliun setiap tahun. Dana tersebut terdiri atas 3,3 miliar dolar AS untuk pembiayaan militer asing dan 500 juta dolar AS untuk program pertahanan rudal bersama.

Reuters melaporkan, belum jelas apakah pernyataan Trump berarti kesepakatan bantuan militer yang masih berlaku hingga 2028 itu akan dihentikan lebih awal.

Sementara itu, Netanyahu sebelumnya memang telah menyampaikan keinginan untuk mengurangi ketergantungan Israel terhadap bantuan militer AS secara bertahap dalam waktu 10 tahun.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Mei 2026, Netanyahu mengatakan ingin mengurangi hingga nol komponen bantuan keuangan militer dari Amerika.

Dia beralasan perekonomian Israel cukup kuat untuk membiayai kebutuhan pertahanannya sendiri. Netanyahu juga menginginkan hubungan kedua negara beralih dari pola penerima bantuan menjadi kemitraan.

Netanyahu Ingin Israel Tak Lagi Bergantung pada AS

Trump mengeklaim Netanyahu sendiri yang mengusulkan penghentian bantuan tersebut secara bertahap setelah melalui diskusi bilateral selama beberapa tahun.

Menurut Trump, Netanyahu menyadari bahwa subsidi AS kepada Israel telah menjadi sumber perdebatan politik di Amerika. Bantuan tersebut juga kerap menjadi sasaran kritik sejumlah politikus, khususnya dari Partai Demokrat.

Dengan penghentian bantuan rutin, Israel tetap bisa membeli persenjataan Amerika melalui transaksi komersial, sementara kerja sama pertahanan kedua negara berpeluang berlanjut dalam bentuk berbeda.

Namun, belum ada penjelasan terperinci mengenai mekanisme penghentian bantuan maupun dampaknya terhadap kesepakatan militer yang masih berlaku hingga 2028.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut