Trump Ingin Ngerem Perang Iran Jelang Pemilu Paruh Waktu AS
"Ini masalah besar. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," ujarnya.
Dia juga memastikan seluruh tim negosiasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance siap memulai kembali pembicaraan dengan Iran kapan pun diperlukan.
Sikap hati-hati Trump dinilai berkaitan dengan pertimbangan politik domestik. Sejumlah ahli strategi Partai Republik sebelumnya mengingatkan bahwa perang yang tidak populer melawan Iran berpotensi mengurangi perolehan kursi partai tersebut di DPR maupun Senat dalam pemilu November mendatang.
Meski Trump tidak ikut dalam pemilu tersebut, hasil pemungutan suara akan sangat menentukan sisa masa pemerintahannya. Jika Partai Demokrat berhasil merebut salah satu atau bahkan kedua majelis Kongres, pemerintahan Trump diperkirakan akan menghadapi hambatan politik yang lebih besar dalam dua tahun terakhir masa jabatannya, bahkan membuka peluang munculnya kembali upaya pemakzulan.
Editor: Anton Suhartono