Trump Jatuhkan Sanksi ke 3 Pejabat dan 2 Lembaga Kementerian Turki

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 10:26 WIB
Trump Jatuhkan Sanksi ke 3 Pejabat dan 2 Lembaga Kementerian Turki

Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada Turki terkait invasinya di Suriah. Sanksi tersebut ditujukan kepada para pejabat dan institusi Turki.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan, sanksi dijatuhkan kepada tiga menteri bersama dengan Departemen Pertahanan dan Kementerian Energi Turki.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan, Trump sudah berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan dan menyerukan gencatan senjata.

"Presiden Amerika Serikat meminta Presiden Turki untuk menghentikan invasi," kata Pence, setelah bertemu Trump, seperti dilaporkan CBS News, Selasa (15/10/2019).

Pence mengatakan, Trump sudah menandatangani perintah eksekutif yang mengesahkan sanksi itu dan menyerahkannya kepada pemimpin delegasi ke Turki untuk mulai menegosiasikan resolusi antara Turki dan Kurdi.

BACA JUGA:

Trump: AS Akan Hancurkan Ekonomi Turki Jika Serang Kurdi di Suriah

Balas Ancaman Trump, Turki: Kami Akan Terus Melawan Milisi Kurdi

Tak Lagi Didukung Rakyat Turki, Ini Awal Kejatuhan Erdogan?

Trump juga memerintahkan kenaikan tarif baja serta segera membatalkan negosiasi kesepakatan perdagangan senilai 100 miliar dolar dengan Turki.

Perintah eksekutif memberi wewenang kepada menteri keuangan untuk memberi sanksi kepada para pejabat Turki atas tindakan atau kebijakan yang mengancam perdamaian, keamanan, stabilitas, atau integritas wilayah Suriah.

Dalam pernyataan sebelumnya, Trump menyebut dirinya sepenuhnya siap dengan cepat menghancurkan perekonomian Turki jika para pemimpin negara itu 'keterlaluan'.

Langkah itu merupakan upaya konkret pertama AS untuk menghukum Turki, sekutunya di NATO, atas penyerbuan ke daerah-daerah yang dipegang oleh Kurdi -sekutu AS melawan ISIS- setelah Trump menarik pasukan dari utara Suriah pekan lalu.

"Jika operasi Turki berlanjut, itu akan memperburuk krisis kemanusiaan yang tumbuh dan menakutkan, dengan konsekuensi yang berpotensi bencana," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

"Untuk menghindari penderitaan sanksi lebih lanjut yang dikenakan di bawah perintah eksekutif baru ini, Turki harus segera menghentikan ofensif sepihak di timur laut Suriah dan kembali ke dialog dengan Amerika Serikat tentang keamanan di Suriah timur laut," tandasnya.

Turki meluncurkan operasi militer pada Rabu (9/10/2019) setelah Trump menarik pasukan AS yang mendukung pasukan Kurdi dalam perang melawan ISIS.


Editor : Nathania Riris Michico