Trump: Kim Jong-un Pernah Perlihatkan Jasad Tanpa Kepala Pamannya yang Dieksekusi Mati

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 11 September 2020 - 18:28 WIB
Trump: Kim Jong-un Pernah Perlihatkan Jasad Tanpa Kepala Pamannya yang Dieksekusi Mati

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un. (foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Buku Rage yang berisi kutipan wawancara Donald Trump dan jurnalis Bob Woodward mengungkap hal baru. Trump menyebut para pejabat senior Korea Utara pernah diperlihatkan tubuh tanpa kepala paman Kim Jong-un yang dieksekusi mati.

Saat wawancara dengan Woodward pada Februari-Maret lalu, Trump pernah mengatakan pada jurnalis Washington Post itu--yang juga penulis buku Rage--bahwa Kim pernah secara langsung mengungkap jasad pamannya, Jang Song Thaek, yang dieksekusi mati pada 2013 karena korupsi dan pengkhianatan.

Kata Trump, saat itu jasad Jang Song sangat mengerikan karena kepalanya dipotong kemudian ditaruh di bagian dada. Pertunjukan itu diyakini sebagai cara Kim Jong-un menegaskan otoritasnya.

Namun, Trump tidak mengungkap kapan tepatnya hal tersebut dilakukan. Hanya saja, dia memastikan informasi yang diterima langsung dari pemimpin tertinggi Korea Utara itu dan menjadi pemimpin dunia pertama yang mengetahuinya.

"Kim memberi tahu saya segalanya," kata Trump dikutip dari AFP, Jumat (11/9).

"Dia (Kim Jong-un) membunuh pamannya dan meletakkan mayatnya tepat di tangga. Dan kepalanya dipenggal, diletakan di dada," tambahnya.

Korea Utara tidak pernah secara resmi menyatakan bagaimana Jang dieksekusi, meskipun beberapa laporan mengatakan dia ditembak mati menggunakan senjata anti-pesawat.

Pengungkapan itu seolah ingin menggambarkan bahwa Trump dan Kim Jong-un sempat memiliki hubungan yang baik sebelum kedua negara terlibat ketegangan setelah negosiasi nuklir antara Pyongyang dan Washington terhenti sejak kegagalan KTT Hanoi pada 2019.

Saat itu, AS menuding Korut mengakali permintaan membongkar semua fasilitas nuklir di Yongbyong karena menurut para ahli Pyongyang masih memiliki beberapa fasilitas cadangan.

Buku Rage yang peluncurannya berjarak tujuh pekan dari pilpres AS 2020 berisikan pengalaman Trump dalam menjalani pemerintahannya sejak 2017.

Editor : Arif Budiwinarto