Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Tewas Demonstrasi di Iran Jadi 648 Orang termasuk Anak di Bawah Umur
Advertisement . Scroll to see content

Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer

Senin, 12 Januari 2026 - 14:19:00 WIB
Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer
Donald Trump mempertimbangkan beberapa opsi menanggapi penanganan demonstrasi di Iran, termasuk dengan intervensi militer (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan beberapa opsi menanggapi penanganan demonstrasi di Iran, termasuk dengan intervensi militer. Demonstrasi besar-besar di Iran telah merenggut 490 nyawa hingga Minggu (11/1/2026) berdasarkan data lembaga Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS.

“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang mempelajari beberapa opsi yang sangat keras. Kami akan membuat keputusan,” kata Trump, di pesawat Air Force One, Minggu malam waktu setempat.

Setelah ancaman serangan yang pertama kali disampaikan Trump pekan lalu, pimpinan Iran menghubungi AS untuk menawarkan negosiasi.

"Pertemuan sedang diatur," ujarnya, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (12/1/2026).

Namun Trum menegaskan kembali, pemerintahannya mungkin mengambil sikap sebelum pertemuan itu terwujud.

Sejauh ini belum komentar dari Iran mengenai ancaman terbaru Trump.

Para pejabat Iran pada Minggu menyampaikan peringatan keras jika AS melakukan intervensi militer terkait dengan demonstrasi rusuh.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan jika negaranya diserang, militernya akan membalas dengan menyerang Israel serta pangkalan dan kapal perang AS di Timur Tengah.

Demonstrasi di Iran dimulai pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang Pasar Besar Teheran melakukan mogok dengan menutup toko. Mereka memprotes kondisi perekonomian yang terus memburuk ditandai dengan anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar AS.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut